Pages

Ads 468x60px

Jumat, 30 Desember 2016

Rangkuman SBK

Rangkuman SBK
Seni Rupa
BAB 1
Menggambar Flora, Fauna dan Alam benda
a. Pengertian menggambar
Gambar merupakan bahasa yang universal dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Bagi manusia purba gambar tidak sekedar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur saja, tetapi juga meberikan kekuatan dan motivasi untuk bertahan  hidupmanusia melalui gambar dapat menyampaikan gagasan ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri.
b. Objek menggambar
Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi tetapi terkadang memerlukan objek. Alam semesta merupakan objek yang tidak pernah habis digambar. Kekayaan flora, fauna, dan alam benda merupakan objek yang dapat digambar. Keindahan flora, fauna, dan alam benda merupakan sumber inspirasi dan eksplorasi dalam menggambar.
c. Komposisi
Komposisi simetris menunjukan objek bagian kanan bidang gambar sama atau mirip dengan objek bagian kiri gambar.
Komposisi asimetris menunjukan bahwa objek dibagian kanan bidang gambar tidak sama atau tidak mirip dengan objek dibagian kiri bidang gambar tetapi terkesan menunjukan keseimbangan.
d. Teknik menggambar
Sebelum menggambar membuat sketsa terlebih dahuu agar gambar memiliki komposisi, proporsi dan keseimbangan yang baik.
Tahapan mengambar
- Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar.
- Mengetahui bagian dari objek gambar.
- Menyusun/menyambung bagian perbagian menjadi gambar yang utuh.
- Memberikan dimensi gelap terang baik hitam-putih maupun berwarna.
- Memberikan kesan untuk latar belakang.
Teknik menggambar flora
Menggambar flora dapat memberikan pemahaman tentang keanekaragaman keindahan dan keunikan flora yang ada dilingkungan. Bagian-bagian yang dapat digunakan sebagai objek gambar bentuk daun, buah dan bunga
Teknik menggambar fauna
Fauna memiliki jenis yang berbeda, berkaki 4 seoerti sapi dan kambing, berkaki 2 seperti ayam dan bebek, ada hewan yang hidup diaiir maupun didarat, ada hewan bersifat buas dan jinak, setiap hewan memiliki bentuk badan berbeda. Menggambar hewan bisa mulai dari badan,kepala,kaki/cakarnya
Teknik menggambar alam benda
Menggambar alam benda juga disebut menggambar bentuk. Alam benda buatan manusia dan yang sudah terbentuk dari alam. Alam benda buatan manusia dapat berupa kendi, piring, mangkuk dll. Alam benda yang terdapat dialam batu,batang kayu, air dan awan
Saat menggambar bentuk perhatikan hal-hal berikut
1. Proporsi bentuk benda yang akan digambar
2. Komposisi dalam meletakan benda
3. Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan
4. Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi
5. Penggunaan latar belakang (background)
e. Alat dan Media gambar
1. Pensil dibedakan menjadi  2 jenis
Pensil H memiliki sifat keras dan cocok untuk membuat garis yang tipis.
Pensil B memiliki sifat lunak cocok untuk membuat garis tebal dan hitam.
2. Pensil warna memiliki variasi yang banyak menghasilkan warna lembut.
3. Krayon ada 2 jenis pensil dan batang kedua jenis bentuk krayon ada yang berbahan lunak dan ada yang berbahan keras.
4. Pulpen gambar yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat dan umumnya berupa arsiran.
5. Kertas gambar biasanya berwarna netral (putih, abu-abu, coklat) dan dapat menyerap/mengikat bahan perwarna. Kertas gambar yang digunakan dengan berbagai alat gambar mislanya kertas padalarang. Pastel khususnya memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar misalnya kertas karton

BAB 2
Menggambar Ragam Hias
a. Pengertian ragam hias
Ragam hias atau ornamen merupakan bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi fakktor lingkungan alam, flora dan fauna serta budaya masing-masing daerah selain itu gambar hias harus disesuaikan dengan fungsinya.
b. Motif ragam hias
1. Ragam hias flora (vegetal)
Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir diseluruh pulau Indonesia.
2. Ragam hias fauna (animal)
Bentuk motif animal dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis hewan, motif hias animal bisa digabung dengan hias vegetal/ motif geometrik.
3. Ragam hias geometrik
Ragam hias geometrik merupakan motif hias yang di kembangkan dari bentuk geometrik kemudian disesuaikan dengan selera dan imajinasi pembuatnya.
4. Ragan hias figuratif
Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk.
c. Pola ragam hias
Pola ragam yang ditampilkan dapat berupa ragam pola ragam hias yang teratur, terukur dan memiliki keseimbangan.
d. Teknik meggambar ragam
1) Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan digambar.
2) Persiapan alat dan media gambar.
3) Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat.
4) Buat sketsa dislah satu kotak/bidang yang telah sebelumnya.
5) Buat bentuk yang sama (bisa di jiplak) pada bidang yang lain.
6) Warnai gambar.

Seni Musik
BAB 3
Menyayi dengan 1 suara
a. Bernyani secara unisono
Bernyanyi unisono adalah bernyanyi 1 suara seperti menyanyikan melodi 1 lagu.
b. Teknik vokal dan organ suara manusia
I. Teknik vokal terdiri dari
- Artikulasi adalah cara pengucpan kata demi kata yang baik dan jelas.
- Phrasering adalah aturan pengenalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan paedah yang berlaku
- Intonasi adalh tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
II. Teknik pernafasan terdiri dari
- Pernafasan dada dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas.
- Pernafasan perut dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk.
- Pernafasan diafragma
Saat diafragma menegang/lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume menjadi bertambah.
c. Melatih vokal
Latihan vokal dapat dilakukan sambil menyanyi dengan melakukan eksplorasi lagu model. Lagu model tersebut dinyanyikan dengan cara merubah nada dasar berturut-turut naik dan turun.
BAB 4
Memainkan Alat Musik Sederhana
a. Musik ansambel
Menurut fungsinya alat musik ansambel dibagi menjadi 3 kelompok
1. Alat musik ritmis berfungsi untuk memberikan irama.
2. Alat musik melodi berfungsi membawakan melodi suatu lagu.
3. Alat musik harmoni berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus.
b. Teknik memainkan alat musik
1. Angklung alat musik dari daerah jawa barat dan banten cara memainkanya digoyangkan.
2. Seruling bambu dibedakan menjadi seruling pembawa melodi dan seruling pengiring cara memainkanya ditiup.
3. Sasando termasuk alat musik chordofone yaitu alat musik dengan sumber bunyi senar cara memainkan dipetik tangan kiri memainkan akor tangan kanan memainkan melodi.
4. Calung bentuknya hampir sama dengan angklung cera memainkanya harus dengan cara memukul-mukul batang bambu.
5. Kolintang menurut masyarakat minahasa berasal dari suaranya, tong (nada rendah), ting (nada tinggi), tang (nada biasa).
c. Alat musik Melodi
Indonesia memilik berbagai alat musik melodis, yang dibunyikan dengan teknik pukul, tiup, petik.

SENI TARI
BAB 5
Ruang, Waktu, dan Tenaga pada gerak tari

a. Pengertian Elemen Gerak Tari
Elemen dasar tari adalah gerak. Didalam gerak mencakup
1. Ruang (gerakan ditempat tanpa berdiri berarti melakukan gerak diruang pribadi sedangkan bergerak berpindah tempat maka melakukan gerak di ruang umum).
2. Waktu (setiap gerak yang dilakukan membutuhkan waktu beik gerak estetis maupun gerak fungsional).
3. Tenaga
Intesitas yang berkaitan dengan kualitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak.
Aksen/Tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras.
Kualitas berkaitan dengan cara penggunaan/penyaluran tenaga.
Di diskripsikan :  ruang dalam gerak merupakan efek yang ditimbulkan akibat gerak yang dilakukan.
Waktu dalam gerak merupakan suatu iram dari gerak yang dilakukan.
Tenaga dalam gerak merupakan satuan kekuatan yang dikeluarkan dalam melakukan gerak.

BAB 6
Pengolahan ruang,waktu dan tenaga sesuai iringan
  Berlatih Meragakan gerak tari
Ruang, waktu dan tenaga pada gerak tari merupakan satu-kesatuan utuh.
Karakteristik gerak didalam ruang, waktu dan tenaga ialah.
(1) Menggunakan tubuh manusia sebagai instrumen dan gerak sebagai mediumnya.
(2) Terkait dengan ruang,waktu, tenaga dan aliran.
(3) Terkait dengan ritme.
(4) Mempunyai bentuk dan gaya.
(5) Alat komunikasi non verbal.
(6) Mengungkapkan emosi/perasaan dan pikiran manusia.
(7) Terkait dengan budaya.

SENI TEATER
BAB 7
Mergakan adegan fragmen
Pengertian fragmen
Fargmen sering juga disebut pementasan teater dengan durasi yang singkat. Teater berasal dari kata theaton (yunani) yang berarti tempat petunjukan (stage). Dalam arti luas teater adalah segal tontonan yang dipertunjukan didepan orang banyak. Dalam arti sempit teater adalah kisah hidup manusia yang ditanpilkan diatas pentas disaksikan penonton.
Teknik dasar  akting teater
Akting adalah perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis.
1. Olah tubuh, hal yang harus dilakukan pada latihan olah tubuh adalah melakukan latihan dalam kondisi bugar, sehat dan menyenangkan (bagian kepala, tangan, badan, pinggul, kaki).
2. Olah suara, suara merupakan faktor penting karna sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi, artikulasi. Kata yang diucapkan harus jelas dan wajar (tekanan kata, jiwa kalimat/menghidupkan kalimat, tempo dan irama).
3. Olah rasa, berkonsentrasi mengolah rasa dan emosi, pemain teater perlu berlatih :
Latian konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan.
Latihan imajinasi adalah mengolah daya khayalmu seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan.
Latihan ingatan emosi adalah latian mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah melihat orang lain dengan emosinya.

BAB 8
Menulis Naskah Fragmen
Dasar lakon drama adalh konflik manusia. Konflik adalah pertentangan yang terjadi antara 1 toko dengan tokoh lainya, baik yang bersifat pertentangan batin maupun fisik, tokoh utama disebut tokoh protagonis, tokoh penentang disebut tokoh antagonis.
Teknik Menulis Naskah Fragmen
a. Menentukan tema
Tema merupakan langkah awal dalam menyusun naskah drama. Tema merupakan ide dasar dari keseluruhan naskah.
b. Menentukan alur cerita
Alur adalah jalan cerita dari tema yang sudah dipilih. Alur merupakan rangkaian cerita yang disusun dari awal sampai akhir sehingga terbentuk cerita yang jelas dan utuh.
c. Menyusun adegan
Setiap adegan akan diketahui urutan tokoh-tokoh yang akan tampil.
d. Membuat dialog-dialog tokoh
Drama berbeda dengan karya sastra yang lain. Perbedan yang paling mencolok
adalah dibangun berupa dialog-dialog antar tokoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates