Pages

Ads 468x60px

Jumat, 30 Desember 2016

Rangkuman PAI

Rangkuman PAI
BAB 1
Lebih dekat dengan Allah Swt yang sangat indah namanya
1. Iman kepada Allah Swt. adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Dia
itu ada, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.
2. Al-Asmaul –al husna adalah nama-nama Allah Swt. yang baik. Di antara
al-Asmau al-husna tersebut adalah : al-‘Alim (Maha Mengetahui), al- Khabir
(Mahateliti), as-Sami’(Maha Mendengar) dan, al-Basir (Maha Melihat).
3. Cara meneladani asmaul husna dalam kehidupan sehari-hari adalah,
mencintai ilmu pengetahuan, selalu gigih dalam mencari ilmu, dalam
melakukan pekerjaan ingin selalu yang sempurna, teliti dalam berbuat,
mau mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sebagai masukan, dan
selalu melihat dan mengamati dampak apa yang akan terjadi dan mampu
mengatasinya.
4. Hikmah beriman kepada Allah Swt. adalah: akan selalu ditolong oleh Allah Swt. hati menjadi tenang dan tidak gelisah, dan medatangkan keuntungan dunia akhirat.

BAB 2
Hidup tenang dengan Kejujuran Amanah dan Istiqamah

1. Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya.
2. Hikmah atau manfaat perilaku jujur adalah akan dipercaya orang lain dan mendapatkan banyak teman.
3. Hidupnya tenteram karena tidak memiliki kesalahan dengan orang lain.
4. Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya).
5. Amanah ada tiga macam, yaitu: amanah terhadap Allah Swt. Am±nah terhadap sesama manusia, dan amanah terhadap sendiri.
6. Amanah dapat diwujudkan melalui perbuatan, seperti menjaga titipan, rahasia, tidak menyalahgunakan jabatan, menunaikan kewajiban dengan baik, dan memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt.
7. Istiqamah berarti tegak, lurus, tekun, dan ulet.
8. Istiqamah dapat diwujudkan melalui perbuatan:selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, melaksanakan salat tepat waktu, belajar secara terus menerus, selalu menaati peraturan yang ada di sekolah, dan selalu menjalankan kewajiban.

Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2. mendapatkan banyak teman, dan
3. mendapatkan ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadap orang lain.

hikmah amanah adalah sebagai berikut.
a. Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia.
b. Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
c. Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
Perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.
a. Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Apabila kita
dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya barang berharga, emas, rumah, atau
barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik. Pada saat
barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannya
seperti semula.
b. Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia, baik itu
rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia organisasi, atau rahasia negara,
maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain.
c. Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah amanah yang wajib dijaga.
Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga
amanah tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan
pribadi, keluarga, atau kelompok termasuk perbuatan yang melanggar amanah.
d. Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. berupa umur,
kesehatan, harta benda, ilmu, dan sebagainya. Semua nikmat yang diberikan
oleh Allah Swt. kepada umat manusia adalah amanah yang harus dijaga dan
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

hikmah perilaku istiqamah adalah sebagai berikut.
a. Orang yang istiqamah akan dijauhkan oleh Allah Swt. dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang.
b. Orang yang istiqamah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan di dunia karena ia tekun dan ulet.
c. Orang yang istiqamah dan selalu sabar serta mendirikan salat akan selalu dilindungi oleh Allah swt.
Perilaku istiqamah dapat diwujudkan melalui kegiatan:
a. selalu menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya dalam keadaan apa pun dan di mana pun;
b. melaksanakan £alat tepat pada waktunya;
c. belajar terus-menerus hingga paham;
d. selalu menaati peraturan, baik yang ada di rumah, sekolah, maupun di masyarakat;
e. selalu menjalankan kewajibannya dengan rasa senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau dibebani.
BAB 3
Semua bersih Hidup Jadi Nyaman
1. taharah artinya bersuci, baik dari najis maupun dari hadas.
2. Darah yang keluar dari rahim perempuan yang menyebabkan hadas besar adalah haid, wiladah (melahirkan), dan nifas.
3. Tayammum adalah mengusap kedua tangan dengan debu yang suci. Tayammum adalah pengganti wudu dan mandi wajib dengan syarat-syarat tertentu.
4. Rukun Tayammum: niat, mengusap muka dengan tanah, mengusap kedua tangan sampai siku-siku dengan tanah, tertib.
5. Mandi wajib (junub/janabat) adalah mengalirkan air yang suci ke seluruh badan disertai dengan niat untuk menghilangkan hadas besar.
6. Rukun mandi wajib adalah niat dan mengalirkan air ke seluruh badan sampai rata.
7. Istinja adalah bersuci sesudah buang air besar atau buang air kecil. Istinja bisa dilakukan dengan air atau batu.
8. Kita harus senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian di mana dan kapan pun. Baik suci dari najis, maupun suci dari hadas.
Taharah meliputi 2 hal yaitu: taharah dari najis dan taharah dari hadas. Taharah dari najis maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis.
Ada tiga macam najis:
Najis mukhaffafah adalah najis yang ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum
berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangatmudah, cukup dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.
Najis mutawassitah adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah
darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada
dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini
adanya tetapi tidak nyata wujudnya (zatnya), bau dan rasanya. Cara menyucikannya
adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis. Sedangkan
najis ‘ainiyyah adalah najis yang tampak wujudnya (zat-nya) dan bisa diketahui
melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan
zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.
Najis mugaladah adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan
babi. cara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak
tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah.
Kita terkena hadas kecil apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:
1. Keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur,
2. Hilang akal (contoh tidur),
3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan
4. Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan telapak tangan.
Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wu«u. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum. Bagaimana dengan hadas besar? Kita terkena hadas besar apabila mengalami/ melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu:
1. Berhubungan suami istri (setubuh),
2. Keluar mani,
3. Haid (menstruasi),
4. Melahirkan,
5. Nifas, dan
6. Meninggal dunia.
Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.
Darah yang keluar dari rahim perempuan ada beberapa macam. Ada yang dinamakan haid, nifas, dan istihadah.
Pertama darah haid, yaitu darah yang keluar pada perempuan saat kondisi sehat. Adapun ciri-ciri secara umum adalah kental, hangat, baunya kurang sedap, hitam, merah tua, kemudian berangsur-angsur menjadi semakin bening. Kalau kamu sudah mengalami haid, maka bersyukurlah. Itu artinya organ-organ kewanitaanmu sudah berfungsi secara normal.
Kedua darah nifas, yaitu darah yang keluar sesudah melahirkan, setelah kosongnya
rahim dari kehamilan, meskipun hanya segumpal darah. Sedikit atau banyaknya darah
nifas juga bervariasi. Ada yang hanya satu tetes, keluar sehari, atau dua hari. Rata-rata
perempuan mengeluarkan darah nifas selama 40-an hari, dan paling lama 60 hari. Adapun
cara mandi wajib untuk perempuan yang nifas sama sebagaimana mandinya haid.

Ketiga darah istihadah, yaitu darah yang keluar tidak pada hari-hari haid dan
nifas karena suatu penyakit. Darah istihadah ada empat macam yaitu:
1. Keluar kurang dari masa haid;
2. Keluar lebih dari masa haid;
3. Keluar sebelum usia haid atau setelah masa menopause;
4. Keluar lebih lama dari maksimal masa nifas.
Hikmah taharah
1. Orang yang hidup bersih akan terhindar dari segala macam penyakit karena kebanyakan sumber penyakit berasal dari kuman dan kotoran.
2. Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang selalu menjaga wudu akan bersinar wajahnya kelak saat dibangkitkan dari kubur.
3. Dapat dijadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
4. Rasulullah saw. menegaskan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman dan ada ungkapan bijak pula yang mengatakan ”kebersihan pangkal kesehatan”.
5. Kebersihan akan membuat kita menjalani hidup dengan lebih nyaman.

BAB 4
Indahnya Kebersaman Dengan Salat berjamaah

1. salat berjamaah adalah £alat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang menjadi imam sedang yang lainnya menjadi makmum.
2. Hukum £alat berjamaah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sebagian ulama menyatakan hukum £alat berjamaah fardu kifayah.
3. Untuk menjadi imam harus memenuhi syarat, antara lain mengetahui syarat dan rukun salat, serta perkara yang membatalkan salat, fasih membaca al-Qur'an, paling tinggi ilmunya di bandingkan yang lain, berakal sehat, dan ballig.
4. Masbuq, yaitu orang yang mengikuti imam tetapi tidak sempat membaca surat al-Fatihah bersama imam di rakaat pertama.
5. Keutamaan salat berjamaah adalah menjalin silaturahmi antarsesama, mengajarkan hidup disiplin, mencintai dan menghargai, menjaga persatuan dan kesatuan, menahan dari kemauan sendiri (egois), dan patuh kepada pemimpinnya.
6. Sikap kecintaan kepada salat berjama’ah dapat diwujudkan melalui perilaku sebagai berikut:
a. Ketika masuk waktu £alat segera menuju masjid dan mengumandangkan atau mendengarkan azan.
b. Ketika mendengar azan segera menuju masjid.
c. Mengajak teman-temannya untuk salat berjama’ah.
d. Suka menjalin tali silaturrahim antara sesama di masjid
e. Senang mendatangi majlis-majlis ta’lim untuk menuntut ilmu agama.
f. Tidak suka membeda-bedakan status sosial manusia, karena ia berkeyakinan bahwa kedudukannya sama di hadapan Allah Swt.
g. Bersikap demokratis, taat kepada pimpinan selama tidak melakukan kesalahan, dan apabila pimpinan kita salah, maka kita wajib mengingatkan ke jalan yang benar temasuk di dalam taat kepada kedua orang tua dan guru.
h. Menjaga persatuan, kesatuan, dan menjunjung sikap demokratis.

Salat berjamaah sah apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Ada imam.
b. Makmum berniat untuk mengikuti imam.
c. salat dikerjakan dalam satu majelis.
d. salat  makmum sesuai dengan salat-nya imam.
Kedudukan imam dalam £alat berjamaah sangat penting. Dia akan menjadi pemimpin seluruh
jamaah salat sehingga untuk menjadi imam ada syarat tersendiri. Syarat yang dimaksud adalah :
a. Mengetahui syarat dan rukun salat, serta perkara yang membatalkan salat,
b. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'an,
c. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang lain,
d. Berakal sehat,
e. Ballig,
f. Berdiri pada posisi paling depan,
g. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam kalau makmumnya perempuan semua), dan
h. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.
Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah seperti berikut.
a. Makmum berniat mengikuti imam,
b. Mengetahui gerakan Salat imam,
c. Berada dalam satu tempat dengan imam,
d. Posisinya di belakang imam, dan
e. Hendaklah salat makmum sesuai dengan salat imam, misalnya imam salat Asar makmum juga salat Asar

Halangan salat Berjamaah
salat berjamaah dapat ditinggalkan, kemudian melakukan salat sendirian (munfarid). Faktor yang menjadi halangan itu adalah :
a. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat £alat berjamaah,
b. Angin kencang yang sangat membahayakan,
c. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke tempat £alat berjamaah,
d. Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil, dan
e. Karena baru makan makanan yang baunya sukar dihilangkan, seperti bawang, petai, dan jengkol.
salat wajib berjamaah adalah sebagai berikut.
1. salat berjamaah diawali dengan azan dan iqamah, tetapi kalau tidak memungkinkan cukup dengan iqamah saja.
2. Barisan salat (saf) di belakang imam diisi oleh jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan
berada di belakangnya.
3. Di dalam melaksanakan salat berjamaah seorang imam membaca bacaan salat ada yang nyaring (jahr) dan ada yang dilirihkan (sir). Bacaan yang dinyaringkan adalah:
a. Bacaan takbiratul ikhram, takbir intiqal, tasmi’, dan salam;
b. Bacaan al-Fatihah dan ayat-ayat al-Qur'an pada dua rakaat pertama salat Magrib, Isya, dan Subuh. Begitu juga dengan salat Jumat, gerhana, istisqa, ’³dan (dua hari raya), Tarawih dan Witir;
c. Bacaan amin bagi imam dan makmum setelah imam selesai membaca al-F±tihah yang dinyaringkan.
4. Makmum harus mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahului gerakan imam;
5. Setelah salam, imam membaca zikir dan doa bersama-sama dengan makmum atau membacanya sendiri-sendiri.
Perbandingan pahala antara salat sendirian dan dengan salat berjamaah, yaitu
satu berbanding 27 derajat. Hal ini karena salat  berjamaah memiliki keutamaan, yaitu:
1. menjalin silaturahmi antarsesama;
2. mengajarkan hidup disiplin, saling mencintai, dan menghargai;
3. menjaga persatuan, kesatuan, dan kebersamaan;
4. menahan dari kemauan sendiri (egois);
5. mengajarkan kepatuhan seorang muslim kepada pimpinannya.

BAB 5
Selamat datang Wahai Nabiku kekasih Allah Swt

1. Nabi Muhammad saw. lahir hari Senin, 12 Rabiul Awwal atau bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Tahun kelahiran Nabi Muhammad saw. disebut Tahun Gajah.
2. Sifat-sifat Nabi Muhammad saw., antara lain tidak mudah putus asa, semangat kerja yang tinggi, selalu jujur, amanah, tabah, optimis, dan percaya diri.
3. Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun dengan menerima wahyu pertama Q.S. al-Alaq/96:1-5 melalui perantara Malaikat Jibril di Gua Hira.
4. Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi dimulai setelah turun wahyu kedua, Q.S. al-Mudda£ir/74: 1-7, masih sebatas keluarga dekat.
5. Dakwah Nabi secara terang-terangan dimulai setelah turun wahyu Q.S. al-Hijr/15: 94-95.
6. Dalam berdakwah beliau mendapatkan berbagai rintangan, baik dari keluarga maupun kaum Quraisy dan pihak luar. Namun, semua dihadapi oleh Nabi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
7. As-Sabiqµn al-Awwalµn adalah orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Mereka adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman.
8. Cara meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. di Mekah :
a. tugas dan tanggung jawab tidak bisa dipikul seorang diri, tetapi harus ada kebersamaan dan persatuan dari berbagai kalangan masyarakat.
b. Dalam bergaul harus bisa memilih teman yang dapat mengajak kepada hal-hal yang positif dan baik.
c. Dalam mengajak teman untuk berbuat baik tidak boleh dengan cara-cara kekerasan,tetapi perlu dengan keteladanan, sabar, lemah lembut dan kasih sayang.

keberhasilan usaha dagang Nabi Muhammad saw. itu disebabkan oleh
pribadi mulia berikut ini.
1. Berpendirian teguh.
2. Memiliki semangat kerja yang tinggi.
3. Memiliki kejujuran yang luar biasa.
4. Menjunjung tinggi amanah atau kepercayaan yang diberikan orang lain.
5. Mampu menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam perjalanan.
6. Menyamakan pelayanan terhadap para pembeli.
7. Memiliki sifat percaya diri.
8. Menampilkan keramahan dan kesopanan, serta kasih sayang kepada siapa saja.

Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy untuk menghambat dakwah Rasul, di antaranya mencoba menyuruh pamannya Abu Thalib untuk menghentikan dakwah keponakannya itu. Namun, Nabi Muhammad menolak dan mengatakan,”Demi Allah, meskipun seluruh anggota keluarga mengucilkanku, aku akan terus berdakwah menyebarkan ajaran Islam”. Kegagalan kafir Quraisy untuk menghambat dakwah Rasul, menjadikan mereka semakin marah dan emosi. Budak-budak mereka yang masuk Islam dibunuh dan disiksa. Seluruh pengikut Nabi selalu diancam dan diteror agar menolak ajakan Nabi Muhammad saw. Setelah kafir Quraisy gagal lagi, akhirnya mereka memboikot Nabi Muhammad saw. Bani Muthallib, dan Bani Hasyim. Karena pemboikotan ini, umat Islam terkurung di celah-celah kota Mekah bernama Syiib. Pemboikotan berlangsung selama tiga tahun dimulai pada tahun ketujuh kenabian. Isi pemboikotan itu ditulis dalam selembar surat yang berisi:
1. Kaum Quraisy tidak akan menikahi orang Islam.
2. Kaum Quraisy tidak menerima permintaan nikah dari orang Islam.
3. Kaum Quraisy tidak akan melakukan jual-beli dengan orang Islam.
4. Kaum Quraisy tidak akan berbicara ataupun menengok orang Islam yang sakit.
5. Kaum Quraisy tidak akan mengantar mayat orang Islam ke kubur.
6. Kaum Quraisy tidak akan menerima permintaan damai dengan orang Islam
dan menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.
BAB 6
Dengan ilmu pengetahuan Semua menjadi lebih mudah
Allah Swt. berfirman:
“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (Q.S. ar-Ra¥m±n/55:33)
Dahulu tidak terbayang bahwa manusia bisa sampai ke bulan. Namun, pada masa sekarang berita manusia pergi ke bulan sudah biasa kita dengar.
Pernahkah kalian membaca sejarah tentang Colombus, seorang yang pernah mengarungi bumi ini, lalu membuat kesimpulan bahwa bumi ini bulat?
Bila dikaitkan dengan firman Allah Swt. di atas, kamu tidak akan mampu menembus langit dan bumi, kecuali dengan kekuatan dari Allah Swt.
Kekuatan dan kelebihan apa yang dimaksud dalam firman Allah Swt. tersebut? Tentu kekuatan yang dapat menembus langit dan bumi adalah kekuatan akal. Akal berfungsi untuk mengkaji dan menemukan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat menciptakan peralatan yang canggih. Akhirnya, manusia dengan ilmu pengetahuan dan karyanya dapat menembus penjuru langit dan bumi. Bukankah dengan ilmu pengetahuan semua menjadi mudah

Sikap dan perilaku terpuji yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. ar-Rahman/55:33 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
1. Senang membaca buku-buku pengetahuan sebagai bukti cinta ilmu pengetahuan.
2. Selalu ingin mencari tahu tentang alam semesta, baik di langit maupun di bumi, dengan terus menelaahnya.
3. Meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah Swt. untuk manusia. Oleh karena itu, manusia harus merasa haus untuk terus menggali ilmu pengetahuan.
4. Rendah hati atas kesuksesan yang diraihya dan tidak merasa rendah diri dan malu terhadap kegagalan yang dialaminya. Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan
pengamalan Q.S. al-Muj±dalah/58:11 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk mendapatkan pengetahuan tersebut.
2. Bersikap sopan saat belajar dan selalu menghargai dan menghormati guru.
3. Senang mendatangi guru untuk meminta penjelasan tentang ilmu pengetahuan.
4. Selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah Swt.

1. Kandungan Q.S. al-Rahm±n/55:33 meliputi:
a. manusia dan jin tidak akan mampu menembus penjuru langit dan bumi untuk mengetahui isinya kecuali atas kekuatan dari Allah Swt.;
b. kekuatan dari Allah Swt. itu berupa akal yang harus dikembangkan dengan cara belajar;
c. belajar itu wajib agar kita dapat menguasai dunia untuk kebaikan umat.
2. Kandungan Q.S. al-Muj±dalah/58:11 meliputi:
a. perintah untuk menuntut ilmu setinggi mungkin;
b. perintah untuk selalu beriman kepada Allah Swt.;
c. perintah untuk memuliakan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.
3. Rasululah saw. menjelaskan bahwa, “menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap seorang Islam”. Etika dalam mencari ilmu antara lain:
a. mencintai ilmu yang sedang dipelajari;
b. menghormati orang yang memberikan ilmu (guru);
c. tidak memotong pembicaran saat guru sedang menjelaskan;
d. mendengarkan penjelasan guru dengan serius.
4. Syarat menuntut ilmu menurut Imam Syafi‘i adalah, kecerdasan, sungguh-sungguh, sabar, biaya, petunjuk guru, dan waktu yang lama.
5. Menuntut ilmu itu hukumnya wajib (fardu‘ain) bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates