Pages

Ads 468x60px

Jumat, 30 Desember 2016

Rangkuman Bahasa Indonesia

Rangkuman Bahasa Indonesia
BAB 1
Belajar Mendeskripsikan

Apa ciri teks deskripsi dari segi tujuan dan objek yang
dideskripsikan?
1. Ciri Tujuan
Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci
objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang
penulis Teks deskripsi bertujuan menggambarkan/ melukiskan secara
rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan.
2. Ciri Objek yang dideskripsikan
Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus (objek
tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Objek yang
dideskripsikan bersifat pendapat personal. Ciri ini tergambar pada judul berisi objek pada konteks tertentu (Si Bagas Kucingku, Ibuku Kebanggaanku). Hal yang dibicarakan khusus kucing bernama Bagas yang kemungkinan memiliki sifat berbeda dengan kucing-kucing yang lain. Demikian juga Ibu yang dideskripsikan memiliki tanggapan khusus sesuai dengan pendapat penulis tentang ibu yang bisa jadi berbeda dengan ibu pada umumnya).
3. Ciri Isi
Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek
Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan
wisata yang indah akan dikonkretkan indahnya seperti apa, menggambarkan ibu yang baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa).
Dengan demikian, teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus (warna dikhususkan pada kata hijau, biru toska, oranye).
Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga
menggunakan kata-kata dengan emosi kuat (ombak menggempur,
kemolekan pantai, ibuku yang tangguh).
Jenis teks deskripsi
Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori yaitu
teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskripsi yang menjadi
bagian teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll).
Ciri Teks Deskripsi dari segi Penggunaan Bahasa
• Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan ( warna dirinci
merah, kuning, hijau)
• Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan (Ibuku orang
yang sangat baik. Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah
dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
• Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat (indah diungkapkan
dengan sinonim yang lebih memiliki emosi kuat yaitu elok, permai,
molek, mengagumkan, memukau, menakjubkan).

Struktur Teks Tanggapan Deskriptif.
1. identifkasi
2. deskripsi bagian
3. simpulan/ kesan

Identifkasi/ gambaran umum
Berisi nama objek yang dideskripsikan, lokasi, sejarah lahirnya, makna
nama, pernyataan umum tentang objek.
Deskripsi bagian
Berisi perincian bagian objek tetapi diperinci berdasarkan tanggapan
subjektif penulis. Perincian dapat berisi apa yang dilihat (bagian-bagiannya,
komposisi warna, seperti apa objek yang dilihat menurut kesan penulis).
Perincian juga dapat berisi perincian apa yang didengar (mendengar suara
apa saja, seperti apa suara-suara itu/penulis membandingkan dengan apa).
Perincian juga dapat berisi apa yang dirasakan penulis dengan mengamati
objek.
Jenis Pengembangan Deskripsi Bagian
Deskripsi bagian berdasarkan ruang
Berisi perincian bagian-bagian ruang objek yang dideskripsikan.
Misalnya, penulis mendeskripsikan bagian pintu masuk, bagian tengah,
bagian belakang). Perincian ruang juga dapat menyebut nama ruangruang dan ciri-cirinya.

Deskripsi bagian berdasarkan anggota bagian- bagian objek
Berisi perincian bagian-bagian yang dideskripsikan (pantai
digambarkan bawah lautnya, bibir pantai, ombak dan pasirnya,
pemandangan tumbuhan dan hewan pantai).
Deskripsi bagian berdasarkan proses sesuatu berlangsung.
Berisi perincian bagian awal, mulai meningkat, puncak (inti), penutup.
Misalnya, penulis mendeskripsikan awal pementasan, puncak adegan,
mulai meluruh, dan penutup.
Deskripsi bagian berupa pemfokusan
Berisi bagian yang paling disukai dari bagian yang dideskripsikan.
Contoh: Bagian yang paling saya sukai dari perpustakaan ini adalah
ruang bacanya. Desain unik dengan cat cerah memberikan kenyamanan
yang luar biasa pada pengunjung.

Kata umum adalah kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup
banyak hal. Kata – kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan
hipernim. Kata khusus adalah kata yang ruang lingkup dan cakupan
maknanya lebih sempit. Kata – kata yang termasuk dalam kata umum
disebut dengan hipernim. Kata umum dan kata khusus sebenarnya
sinonim tetapi dengan makna yang lebih khusus.
Kata Umum Kata Khusus
indah elok, molek, cantik, menawan,
menakjubkan, memesona, manis
melihat menonton, menyaksikan,
memandang, mengamati, dan
memerhatikan.
hewan peliharaan kucing, anjing, kelinci, marmut,
hamster, ikan, burung
memegang/ mengenai mengelus, menyentuh,
memukul menghantam, menampar, mencubit,
menyedihkan menyayat, mengharukan,
memprihatinkan
mendatangi mampir, singgah, berkunjung
menetap bersarang, tinggal, menghuni
menegur menyapa, menegur
makan memangsa

Majas
Majas adalah gaya bahasa
Macam-macam majas
1. Perbandingan
Asosiasi= majas yang didalamnya terdappat kata seperti, ibarat,laksana,bagai,bak.
Metafora = majas yang didalamnya terdapat kata ungkapan.
Contoh= ayah pulang dari jakarta membawa buah tangan.
Alegori= majas yang berbentuk cerita.
2. Pertentangan
Hiperbola = majas yang melebih-lebihkan.
Contoh=  hancur tanganku mengangkat 1 kg beras ini.
Ironi= majas yang menyatakan pertentangan dengan maksud menyindir.
3. Pertautan
Citotes= majas yang menyatakan pertentangan dari keadaan sebenarnya dengan maksud merendahkan diri.

Penggunaan Huruf Kapital, Tanda Koma, Tanda Titik pada Teks
Tanda koma (,) dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu peperincian
atau pembilangan.
ContohPantai Senggigi berada di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok
Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tanda koma dipakai di belakang kata penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat (jadi, dengan demikian).
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geograf jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya ukiran Jepara, sarung Makasar.
Huruf pertama unsur-unsur nama geograf yang diikuti nama diri geograf
(Selat Lombok, Teluk Benggala, Jalan Gajah Mada).

Jenis Kata
-kata benda = buku,tas,pensil,meja.
-kata sifat = ramah,baik,jahat,buruk,cerdas.
-kata kerja = menulis,membaca.
-kata bilangan = satu,dua,selembar,banyak dan semua.
-kata ganti orang = aku,saya,kami,kita,dia, dan mereka.
-Kata ganti tunjuk= ini,itu,sana,sini,situ.
-Kata katrangan = pagi,siang,malam,besok, dan sekarang.
-kata sandang = si,sang,parang dan bang.
-kata hubung = dan, tapi, atau, karena,jika.
-kata klitika = ku,mu,nya.
-partikel = -kah,-lah,-pun.
-kata depan = di,ke,dari,daripada,bagi,dengan.

Penggunaan Kata depan di dan Awalan
diKata depan di berfungsi sebagai kata depan jika diikuti dengan kata keterangan tempat, arah, posisi/ letak. Sebagai kata depan di ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya (di pantai, di belakang, di atas, di bagian barat, di samping). Sebagai awalan di ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Dalam hal ini di berfungsi sebagai imbuhan pada kata kerja pasif.

Penulisan Kata Berawalan meN- yang Dirangkai dengan Kata yang
Diawali dengan Huruf k, p, t, s
• Fonem k, p, t, s luluh jika setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang
berawal dengan huruf k, p, t, s (misal: memengaruhi (meN- + pengaruh), memesona (meN- + pesona), mengarantina (meN- + karantina),dan sebagainya).
• Fonem k, p, t, s TIDAK luluh jika setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan kluster/ konsonan rangkap (misal: memprakarsai, mengkriminalkan, mengklasifkasi,).
• Fonem k, p, t, s TIDAK luluh jika setelah awalan meN- diikuti oleh kata berimbuhan yang berawal dengan huruf k, p, t, s (misal: mempertaruhkan, memperluas).

BAB 2
Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi

Fantasi aktif yaitu fantasi yang
dikendalikan oleh pikiran dan
kemauan
Contoh:
Seorang perancang, pelukis, dan
penulis

Fantasi pasif yaitu fantasi yang
tidak dikendalikan, jadi seolaholah orang yang berfantasi
hanya pasif sebagai wadah
tanggapan-tanggapan.
Contoh:
Melamun
Ciri Umum Teks Narasi
---Narasi merupakan cerita fksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur. Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan dimana kejadian terjadi),timbulnya pertentangan, danpenyelesaian/akhir cerita. Rangkain cerita ini disebut alur. Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa.
---Narasi memiliki tema/ ide dasar cerita yang menjadi pusat pengembangan cerita. Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa pada alur cerita.
Amanat merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya. Amanat berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang dapat disimpulkan dari isi cerita.
Ada keajaiban/ keanehan/ kemisteriusan
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifkasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik.
Ide cerita
Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh
realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan
dunia khayali yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat
sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik.Tema cerita
fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik. Contoh, pertempuran
komodo dengan siluman serigala untuk mempertahankan tanah
leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh
ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan karena tumbukan meteor,
kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun
mendatang,
Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar
yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak
ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki
kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai
latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh Nono
bisa mengalami kejadian pada beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.
Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokok dapat ada pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/ futuristik).
Bersifat fksi
Cerita fantasi bersifat fktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi.

Jenis Cerita Fantasi
Cerita Fantasi Total dan Irisan
Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua kategori fantasi total dan fantasi sebagian (irisan). Pertama, kategori cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang.
Kedua, cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan
fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa
pernah terjadi pada dunia nyata.

Cerita fantasi Sezaman dan Lintas Waktu
Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik). Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik).
Orientasi
pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik
Komplikasi
Berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak.
Resolusi
Berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.

Bagian Awal
Sering juga disebut bagian pengenalan (orientasi), fungsinya adalah mengantarkan cerita. Pada bagian ini dikenalkan latar cerita, tokoh dan watak-wataknya).
Bagian Tengah
Merupakan rangkaian kejadian/peristiwa hingga ke bagian klimaks atau inti cerita. Saat masalah utama diceritakan.
Bagian Akhir
Bagian ini menjawab masalah utama, tentu saja dijawab dalam bentuk rangkaian peristiwa/kejadian juga. Bagian terakhir adalah kesimpulan dan penutup cerita.

Ciri kebahasaan pada Cerita Fantasi
a) Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang
penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni).
b) Penggunaan kata yang mencerap panca indera untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana).
Contoh deskripsi latar tempat
Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan
berlian bertaburan di dinding rumah itu.
Laboratorium berantakan. Semua peralatan pecah. Aneh hanya laptopku yang masih menyala.
Latar suasana
Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari bibirnya. Kamar yang megah ini terasa sunyi dan penuh kesedihan.
Latar waktu
Tengah malam tak ada bintang di langit itu. Mendung hitam
nampak mengumpal. Lolongan anjing bersahut-sahutan menyambut
malam yang semakin larut.
c) Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna
khusus.
Contoh 1
Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus sekeliling.

d) kata sambung penanda urutan waktu
Kata sambung urutan waktu setelah itu, kemudian, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dan sebaginya. Penggunaan kata sambung urutan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat.
Contoh:
• Setelah buku terbuka aku terseret pada masa lampau.
• Dua tahun kemudian, Farta telah sampai di Planet Mars dan bertemu dengan Tatao.
• Akhirnya, Farta dapat menyelamatkan diri dari terkaman raksasa.
e) Penggunaan kata/ ungkapan keterkejutan Penggunaan kata/ ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah)
Contoh
• Tiba-tiba seorang alien yang berukuran lebih besar datang.
• Tanpa diduga buku terjatuh dan halaman terbuka menyeret Nabila pada dunia lain.
• Di tengah kebahagiaannya datanglah musibah itu.
f) Penggunaan dialog/ kalimat langsung dalam cerita
“Raksasa itu mengejar kita!” teriak Fona kalang kabut. Aku
ternganga mendengar perkataan Fona. Aku segera berlari.

BAB 3
Mewariskan Budaya Melalui TeksProsedur

a. Tujuan teks prosedur menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca / pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat.
b. Ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga: (a) panduan langkahlangkah yang harus dilakukan, (b) aturan atau batasan dalam hal bahan/ kegiatan dalam melakukan kegiatan, (c) isi kegiatan yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips).
c. Ciri bahasa yang digunakan (a) kalimat perintah karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan, (b) Selain kalimat perintah juga diberikan saran, dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan, membuat, (c) penggunaan kata dengan ukuran akurat ( ¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit), (d) menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas (rebus hingga menjadi bubur, lipat bagian ujung kanan sehingga membentuk segitiga sama kaki).

Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan
keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) atau adjektiva
(kata sifat). Adverbia yang banyak digunakan pada teks prosedur adalah
keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan.
Keterangan cara
Adverbial ini menambah keterangan cara pada kegiatan atau peristiwa
yang terjadi (dengan, dan secara).
Contoh:
• Bungkuslah adonan dengan rapat.
• Talikan rafa dengan cara menyilang
• Minum cairan tanpa diaduk.
• Bunyikan secara serentak semua gendang.
Keterangan alat
Adverbial ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah kegiatan atau
peristiwa, misalnya dengan … , menggunakan … , dengan menggunakan

Contoh:
Para penebang kayu itu menebang pohon dengan gergaji mesin.
Lukis kain dengan menggunakan canting.
Penjahit itu membuat baju dengan alat jahit traditional.
Para perajin membatik menggunakan canting.
Keterangan tujuan
Adverbial ini menambahkan informasi tujuan pada kalimat, misalnya
untuk, supaya, dan, agar.
Contoh:
Malam jangan terlalu panas agar tidak merusak kain
Keterangan derajat / kuantitas
Kata ini menambahkan keterangan kuantitas pada sebuah kalimat yang
disertainya
Contoh:
• Setelah dicelup, angkat kain secepatnya.
• Langkahkan kaki dua langkah ke kanan dan hitungan keempat
tepuk tangan satu kali.
• Setidaknya tanaman dipupuk sebulan sekali.
• Ulangi gerakan selama tiga kali.
Keterangan syarat
Kata keterangan ini menambahkan keterangan syarat terjadinya suatu
peristiwa (jika).
Keterangan akibat
Kata keterangan ini menambah keterangan akibat yang ditimbulkan dari
sebuah peristiwa/ kegiatan (hingga, akibatnya, sehingga, sampai, menjadi).
• Goreng adonan hingga kecoklatan.
• Ulangi kegiatan sampai bahan habis.

Struktur teks prosedur
1. Judul
• Dapat berupa nama benda/sesuatu yang hendak dibuat/ dilakukan
• Dapat berupa cara melakukan/menggunakan sesuatu
2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa pernyataan yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa paragraf pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
3. Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur
• Dapat berupa dafar/rincian
• Dapat berupa paragraf
• Pada teks prosedur tertentu, misalnya prosedur melakukan sesuatu, tidak diperlukan bahan/alat
4. Langkah/tahapan dengan urutan yang benar
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan penomoran
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang menunjukkan urutan: pertama, kedua, ketiga, dst.
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang menunjukkan urutan waktu: sekarang, kemudian, setelah itu, dst.
Tahapan biasanya dimulai dengan kata yang menunjukkan perintah:
tambahkan, aduk, tiriskan, panaskan, dll.

BAB 4
Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi

Mengapa dikatakan laporan hasil observasi?
• Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/ konsep.
• objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kategori/ kelompok itu (judul bersifat umum: Pantai, Museum, Demokrasi).
• Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.
• Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian-bagiannya, dan objektif.
• Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (defnisi, klasifkasi, jabaran ciri objek).

Apa teks laporan hasil observasi?
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah diadakannya investigasi/ penelitian secara sistematis.
Teks laporan hasil observasi menghadirkan informasi tentang suatu hal secara
apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis sehingga dapat mejelaskan suatu hal secara rinci dan dari sudut pandang keilmuan.
Teks ini berisi hasil observasi dan analisis secara sistematis. Laporan hasil
observasi bisa berupa hasil riset secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan, konsep/ ekosistem tertentu.
Teks laporan hasil observasi biasanya berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

Struktur Teks laporan hasil observasi
Pernyataan umum (klasifikasi dan definisi).
Deskripsi bagian.
Deskripsi Bagian Simpulan (boleh ada boleh tidak).


Pola pengembangan isi laporan tergantung apa yang diobservasi. Di bawah
ini contoh-contoh pengembangan isi dalam teks laporan hasil observasi.
Contoh 1
defnisi pantai.
uraian jenis pantai dari berbagai segi.
manfaat pantai.
Contoh 2
defnisi dan kelas kunang-kunang ciri fsik.
habitat kunang-kunang.
makanan kunang-kunang.
ciri unik kunang-kunang.
Contoh 3
defnisi terumbu karang.
habitat terumbu karang.
jenis terumbu karang dari segi bentuk.

Kata tidak baku disebabkan oleh penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah
penyerapan, tidak sesuai kaidah tata bentukan, dan kosakata daerah.
Contoh
ngumpulkan, ngelihat, ambilin (tidak baku)
mengumpulkan, melihat, ambilkan (baku)

Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang menggunakan kaidah/ strutur bahasa Indonesia dan pilihan kata baku. Ketidakefektifan kalimat dapat membuat pesan yang disampaikan pembicara atau penulis tidak sampai sehingga akan beda maknanya saat ditangkap oleh pendengar atau pembicara.
Unsur-Unsur kalimat Efektif
Sebuah kalimat dinyatakan efektif bila mengandung beberapa ciri khas,
yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa.
Keparalelan
Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, jika bentuk pertama menggunakan nomina, maka bentuk kedua dan selanjutnya juga menggunakan nomina. Begitu pun dengan verba.
Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang
surutnya air, dan cara memanfaatkan. (kurang paralel)
Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang
surutnya air, dan cara pemanfaatan (paralel)
Hutan bakau memiliki beberapa manfaat: (a) melindungi pantai dari
abrasi, (b) perlindungan organisme laut, dan (c) perbaikan ekosistem
pantai di sekitar hutan bakau. (kurang paralel)
Hutan bakau memiliki beberapa manfaat: (a) melindungi pantai
dari abrasi, (b) melindungi organisme laut, dan (c) memperbaiki
ekosistem pantai. (paralel).

Kehematan
Kehematan adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain
yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan
kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Ada beberapa kriteria
penghematan, yaitu:
a. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan
pengulangan subjek.
Contoh:
Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. (tidak
hemat)
Karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu. (hemat)
b. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
Contoh:
Ia memakai baju warna merah. (tidak hemat)
Ia memakai baju merah. (hemat)
c. Penghematan kata dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
Contoh:
Sejak dari pagi dia bermenung. (tidak hemat)
Sejak pagi dia bermenung. (hemat)
Semua itu disebabkan karena kurangnya disiplin. (tidak hemat)
Semua itu disebabkan kurangnya disiplin. (hemat)
d. Penghematan dapat dilakukan dengan cara TIDAK menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Para tamu-tamu datang tepat waktu. (tidak hemat)
Para tamu datang tepat waktu. (hemat)
Kecermatan
Kecermatan adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsir ganda, dan tepat dalam pilihan kata.
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. (salah)
Mahasiswa perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. (benar)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates