Pages

Ads 468x60px

Jumat, 30 Desember 2016

RANGKUMAN IPA

RANGKUMAN IPA
BAB 1
Objek IPA dan Pengamatannya
Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai,
antara lain seperti berikut.

Pengamatan
Menggunakan pancaindra, termasuk
melakukan pengukuran dengan
alat ukur yang sesuai. Pengamatan
dilakukan untuk mengumpulkan data
dan informasi.

Membuat Inferensi
Merumuskan penjelasan berdasarkan
pengamatan. Penjelasan ini digunakan
untuk menemukan pola-pola atau
hubungan antaraspek yang diamati
dan membuat perkiraan.

Mengomunikasikan
Mengomunikasikan hasil penyelidikan
baik lisan maupun tulisan. Hal yang
dikomunikasikan termasuk data yang
disajikan dalam bentuk tabel, grafk,
bagan, dan gambar yang relevan.

Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan.
Mengukur adalah membandingkan besaran dengan besaran sejenis
sebagai satuan; menghasilkan ukuran yang terdiri atas nilai dan
satuan. Mengukur membutuhkan alat ukur. Alat ukur harus sesuai
dengan besaran yang akan diukur.

Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan.
Mengukur adalah membandingkan besaran dengan besaran sejenis
sebagai satuan; menghasilkan ukuran yang terdiri atas nilai dan
satuan. Mengukur membutuhkan alat ukur. Alat ukur harus sesuai
dengan besaran yang akan diukur.

Perlu Diketahui
Misalkan, kamu memiliki seekor kelinci. Hal apa dan besaran apa
yang dapat diukur dari kelinci tersebut? Misalnya panjang telinganya,
jarak loncatannya, dan frekuensi menarik napasnya tiap menit. Tentu saja,
ada hal-hal yang tidak dapat diukur (bukan besaran) dari kelinci tersebut,
seperti warna, bau, kasih sayang terhadap anaknya, takut terhadap
anjing, dan lain-lain.

Pengukuran dibagi menjadi 2 yaitu baku dan tidak baku
Contoh pengukuran tidak baku
Misalnya, ada 3 temanmu melakukan pengukuran panjang meja yang sama,
tetapi dengan jengkal masing-masing. Hasilnya, sebagai berikut.
 Panjang meja = 6 jengkal Andrian.
 Panjang meja = 5,5 jengkal Edo.
 Panjang meja = 7 jengkal Emi.
Besaran Pokok
1. Panjang
Dalam IPA, panjang menyatakan jarak antara dua titik. Misalnya, panjang papan tulis adalah jarak antara titik pada ujung-ujung papan tulis, panjang bayi yang baru lahir adalah jarak dari ujung kaki sampai ujung kepala bayi itu.
» 1 kilometer (km) = 1.000 meter (m)
» 1 sentimeter (cm) = 1/100 meter (m) atau 0,01 m
Sebaliknya, diperoleh
» 1 m = 1/1.000 km = 0,001 km
» 1 m = 100 cm
2. Massa
Setiap benda tersusun dari materi. Jumlah materi yang terkandung
dalam suatu benda disebut massa benda. Dalam SI, massa diukur dalam satuan kilogram (kg).Misalnya, massa tubuhmu 52 kg, massa seekor kelinci 3 kg, massa sekantong gula 1 kg. Dalam kehidupan sehari-hari, orang menggunakan istilah “berat” untuk massa. Namun sesungguhnya, massa tidak sama dengan berat. Massa suatu benda ditentukan oleh kandungan materinya dan tidak mengalami perubahan meskipun kedudukannya berubah. Sebaliknya, berat sangat bergantung pada kedudukan di mana benda tersebut berada. Mengapa? Karena benda akan
memiliki gravitasi yang berbeda di tempat yang berbeda. Sebagai contoh, saat astronot berada di bulan, beratnya tinggal 1/6 dari berat dia saat di bumi. Dalam SI, massa menggunakan satuan dasar kilogram (kg), sedangkan berat menggunakan satuan Newton (N).
» 1 ton = 10 kw = 1.000 kg
» 1 kg = 1.000 g
» 1 g = 1.000 mg
3. Waktu
Waktu adalah selang antara dua kejadian atau dua peristiwa. Misalnya, waktu hidup seseorang dimulai sejak ia dilahirkan hingga meninggal, waktu perjalanan diukur sejak mulai bergerak sampai dengan akhir gerak (berhenti).
Untuk peristiwa-peristiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu
dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari,
bulan, tahun, dan abad.
1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 sekon
Untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali, dapat digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (µs).

Besaran Turunan
Disebut besaran turunan karena besaran-besaran tersebut dapat diturunkan dari besaran-besaran pokoknya.
a. Luas
Untuk benda yang berbentuk persegi, luas benda dapat ditentukan dengan
mengalikan hasil pengukuran panjang dengan lebarnya.
b. Volume
Misalnya, kamu mempunyai dua wadah, yakni kaleng besar dan kaleng
kecil. Jika dipergunakan untuk menampung air, kaleng besar pasti dapat
menampung air lebih banyak. Hal tersebut terkait dengan besarnya ruangan yang terisi oleh materi, biasanya disebut volume.
c. Konsentrasi Larutan
Misalnya, kamu membuat larutan gula dengan memasukkan gula ke dalamair, kemudian kamu cicipi. Jika kurang manis, kamu dapat menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang ditambahkan, makin manis rasa larutan itu. Selain rasa manis yang bersifat kualitatif (hasil indra pengecap).
 konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi
volume air (zat pelarut), yaitu:

d. Laju Pertumbuhan
Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalkan, kamu menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanaman 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm. Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung tersebut dengan perhitungan sebagai berikut:

-Robert Grosseteste (1170–1253)
adalah perintis teori ilmiah. Ia memperkenalkan metode analisis, penggunaan pengamatan, percobaan, dan penyimpulan dalam membuat evaluasi ilmiah.
Grosseteste juga banyak mengacu pada pemikiran Platonis dan Aristotelian.
• Francis Bacon (1560-1626), dikenal sebagai Bapak Ilmu Kealaman yang mempunyai ajaran bahwa kebenaran harus dengan menggunakan pengumpulan fakta sebanyak-banyaknya, kemudian menarik kesimpulan. Metode induktif pertama kali diterapkan oleh Bacon.
• Galileo Galilei (1564-1642) adalah ilmuwan yang pertama kali memperkenalkan metode pendekatan ilmiah di Eropa. Penemuannya yang terkenal adalah penelitian kembali terhadap teori Coppernicus tentang heliosentrisme dengan menggunakan teleskop dan matematika. Galileo melalui pendekatan saintifknya berhasil menunjukkan bahwa teori geoentrisme yang dianut orang pada masanya adalah salah dan tidak berdasarkan pada pengamatan ilmiah.
• Penelitian di bidang IPA juga ditunjang hasil penelitian Anthony van Leeuwenhoek (1632-1723) yang menemukan mikroskop.
• Jauh sebelum zaman para ahli tersebut, ada seorang ilmuwan yang bernama Al-Kindi yang lahir pada tahun 796 M. Al-Kindi meneliti banyak objek IPA, dan berhasil menjelaskan secara rinci proses kimia, seperti penyaringan dan penyulingan.
BAB 2
Klasifkasi Makhluk Hidup
Ciri-ciri Benda di Lingkungan Sekitar
Di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali benda. Mobil, motor, sepeda, sepatu, pensil, udara, papan tulis merupakan bentuk benda.
Benda-benda di sekitarmu dapat dikenal, yaitu mempunyai ciri-ciri
berikut ini.
1. Bentuk benda berbeda-beda.
2. Ukuran benda berbeda-beda.
3. Warna benda berbeda-beda.
4. Keadaan permukaan benda berbeda-beda.
5. Bahan penyusun benda berbeda-beda.
Cara Mengklasifkasikan Makhluk Hidup
Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Makhluk hidup dan benda tak hidup atau benda mati dibedakan dengan adanya ciri-ciri kehidupan.
Ciri-ciri Makhluk Hidup
Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
a. Bernapas
Setiap saat kamu bernapas, yaitu menghirup udara yang di antaranya mengandung oksigen (O2) dan mengeluarkan udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2) lebih besar dari yang dihirup.
b. Memerlukan Makanan dan Minuman
Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Dari manakah energi tersebut diperoleh? Untuk memperoleh energi, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman.
c. Bergerak
Kamu dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak. Tubuhmu dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot.
d. Tumbuh dan Berkembang
Perhatikan tubuhmu, samakah tinggi dan massa tubuhmu sekarang dengan tinggi dan massa tubuhmu waktu masih kecil? Tentu saja tidak sama. Tinggi dan massa tubuhmu akan bertambah seiring pertambahan usia. Proses inilah yang disebut dengan tumbuh.
e. Berkembang Biak (Reproduksi)
Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut berkembang biak (reproduksi). Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunan agar tidak punah. Sebagai contoh kamu lahir dari ayah dan ibu.
f. Peka terhadap Rangsang
Bagaimanakah reaksi kamu jika tiba-tiba ada sorot lampu yang sangat
terang masuk ke mata? Tentu secara spontan kamu akan segera menutup kelopak mata. Ini termasuk contoh peka terhadap rangsang (irritabilitas)
g. Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan
Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
disebut adaptasi. Contohnya tumbuhan yang hidup di tempat basah (banyak mengandung air) memiliki daun lebar dan tipis.
Klasifkasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki. Tujuan mengklasifkasikan makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Tujuan khusus/lain dari klasifkasi makhluk hidup adalah seperti berikut.
1.  Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki.
2.  Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain.
3.  Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup.
4.  Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

Bentuk diagram tersebut merupakan contoh kunci dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan.
Kunci determinasi merupakan cara atau langkah untuk mengenali organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Kunci determinasi adalah uraian keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang disusun berurut mulai dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan suatu jenis makhluk hidup. Kunci determinasi yang paling sederhana ialah kunci dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan.

Selain kelompok Protista yang bersifat mikroskopis, terdapat juga Protista yang bersifat makroskopis (dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop).
Protista juga ada yang menyerupai hewan. Kelompok Protista ini disebut
Protozoa. Kelompok Protozoa di antaranya adalah Paramecium, Entamoeba
histolytica
Selain dari kelompok di atas, masih banyak makhluk hidup yang bersifat mikroskopis.  Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai ciri-ciri seperti selnya tidak memiliki membran inti (prokariotik), bersel satu (uniseluler), dan mampu berkembang biak dengan membelah diri. Makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah kelompok Monera. Contoh kelompok Monera ialah bakteri dan alga biru.

Kelompok jamur (fungi), merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan bahan organik makhluk hidup yang sudah mati. Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut
hifa. Hifa saling bersambungan membentuk miselium. Contoh  tumbuhan yang termasuk kelompok jamur adalah jamur roti, ragi tapai, jamur tiram putih, dan jamur kayu.

1) tumbuhan dapat dibedakan lagi atas dua jenis
kelompok besar, yaitu sebagai berikut.
Tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta)
yang meliputi lumut (Bryophyta).
2) Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta), meliputi paku-pakuan (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Tumbuhan lumut dan tumbuhan paku adalah tumbuhan yang memiliki spora
serta berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.
Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki berkas pengangkut. Kelompok tumbuhan ini belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Contoh tumbuhan yang termasuk kelompok tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan lumut.
Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki berkas pengangkut dan sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tumbuhan berpembuluh disebut tumbuhan berkormus.
Kormofta berbiji mempunyai bunga dan biji. Kormofta berspora tidak mempunyai bunga, misalnya tumbuhan paku (Pteridophyta).
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dikelompokkan menjadi tumbuhan berbiji
terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Berbiji telanjang karena bijinya tidak dibungkus oleh daun buah.
2. Alat reproduksi berupa bangun seperti kerucut yang disebut strobilus.
3.Batang besar dan berkambium.
4. Berakar tunggang dan serabut.
5. Daun selalu hijau, sempit, tebal, dan kaku. Contoh tumbuhan berbiji terbuka adalah, cemara,melinjo,damar.

Tumbuhan Angiospermae ada dua, yaitu tumbuhan berkeping satu (monokotil) ciri-cirinya sebagai berikutMemiliki satu keping daun lembaga, berakar serabut, batang tidak berkambium, berkas pembuluh pengangkut tersebar, tulang daun sejajar atau melengkung, dan kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga.
Tumbuhan berkeping dua (dikotil) ciri-cirinyaMemiliki dua keping daun lembaga, berakar tunggang, batang berkambium, tulang daunnya menjari atau menyirip, berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, dan kelopak bunga kelipatan empat atau lima.

Kelompok hewan dibagi menjadi 2 Invertebrata/Avertebrata dan Vertebrata.

Hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata) dikelompokkan menjadi 8 kelompok.
a. Porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons. Habitatnya di perairan, contohnya Porifera, yaitu Spongilla, Euspongia, Poterion, dan Scypha.
b. Coelenterata adalah hewan berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa, Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, dan Anemon adalah contoh hewan Coelenterata.
c. Cacing (vermes) adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang, dan tubuhnya simetris bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, ada tiga kelompok, yaitu cacing pipih (Platyhelminthes) contohnya cacing hati dan cacing pita; cacing gilig (Nemathelminthes) tubuhnya bulat panjang dan tidak bersegmen, contohnya: cacing perut, cacing kremi, dan cacing tambang.
d. Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, banyak lendirnya, dan terbungkus oleh mantel. Habitatnya di darat dan air. Contoh hewan Mollusca adalah cumi-cumi, gurita, siput, kerang, tiram, dan remis.
e. Arthropoda adalah hewan berbuku-buku, Arthropoda ada 4 kelas, yaitu Insecta (serangga) contohnya belalang, lebah, kumbang; Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting, rajungan; Arachnoidea (laba-laba) contohnya laba-laba, kalajengking, kutu, caplak; Myriapoda (lipan) contohnya kelabang, kaki seribu.
f. Echinodermata adalah hewan yang tubuhnya diselimuti duri, ada
lempengan zat kapur/zat kitin yang keras. Tubuhnya simetri radial dengan
lima lengan. . Ada 5 kelas, yaitu Asteroidea (contohnya
bintang laut), Echinoidea (contoh landak laut, bulu babi), Ophiuroidea
(contohnya bintang ular), Crinoidea (contohnya lilia laut), Holothuroidea
(contohnya teripang).

Hewan Vertebrata ada lima kelompok, yaitu Pisces,Amphibia,Reptilia,Aves, dan Mammalia.
Pisces (hewan laut/ikan)  ikan gurami, lele, nila.
Amphibia (hewan yang habitatnya darat dan air) katak, salamender
Reptilia (hewan hewan reptil) ular, kura-kura, buaya, dan dinosaurus.
Aves (unggas)  bebek, ayam, elang, burung hantu.
Mamalia (hewan menyusui) lumba-lumba, monyet, orang utan, kera, kelinci.
Tingkatan klasifkasi
Kingdom/Regnum : dunia/kerajaan Filum/Divisio : bagian/keluarga besar, flum untuk hewan, dan divisio untuk tumbuhan.
Classis : kelas
Ordo : bangsa
Familia : suku
Genus : marga
Species : jenis

Tumbuhan Hewan
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Familia : Gramineae
Genus : Zea
Species : Zea mays (Jagung) Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Classis : Mammalia
Ordo : Carnivora
Familia : Canidae
Genus : Canis
Species : Canis familiaris (anjing)
BAB 3
Klasifkasi Materi dan Perubahannya
 Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas.
 Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifkasikan menjadi zat tunggal/murni (unsur, senyawa) , dan campuran.
 Unsur adalah zat tunggal/murni yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan cara kimia.
Senyawa adalah zat tunggal/murni yang dapat diuraikan secara kimia menjadi dua zat atau lebih.
Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih dan masih mempunyai sifat zat asalnya dengan tidak mempunyai komposisi yang tetap.
Larutan adalah campuran yang homogen, tersusun atas zat terlarut dan pelarut.
Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fsis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, dan kelarutan.
Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain penyaringan (fltrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatograf, dan destilasi.
Perubahan fsika adalah perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru.
Perubahan fsika meliputi menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, melarut, serta perubahan bentuk.
 Perubahan kimia adalah perubahan zat yang dapat menghasilkan zat baru dengan sifat kimia yang berbeda dengan zat asalnya.
 Berlangsungnya perubahan kimia dapat diketahui dengan ciriciri sebagai berikut.
• Terbentuknya zat baru
• Terbentuknya gas
• Terbentuknya endapan
• Terjadinya perubahan warna
• Terjadinya perubahan suhu
• Ar-Razi(865-925 M) telah menyumbangkan temuan-temuan kimiawi penting, seperti teknik penyulingan, asam klorida, asam sulfat, asam nitrat, dan alkali yang kemudian membentuk nama untuk unsur natrium dan kalium dan banyak lagi. Penemuan bahwa aqua regia,
campuran asam nitrat dengan asam klorida, dapat melarutkan logam mulia emas, adalah penemuan yang menjadi acuan penelitian selama seribu tahun berikutnya.
• Robert Boyle (1627–1691), lebih dikenal dengan studinya tentang gas (hukum Boyle) merintis metode ilmiah dalam penyelidikan kimiawi.
• Anders Celsius (1701-1744), berasal dari Swedia yang menemukan skala Celcius pada termometer. Penentuan titik atas dan titik bawah skala ini didasarkan pada perubahan wujud pada zat cair. Celsius mengukur suhu yang dibutuhkan untuk air mendidih dan air membeku
pada berbagai lokasi, ia menemukan bahwa pada dua tempat dengan ketinggian yang berbeda maka suhu titik beku dan titik didih air adalah berbeda, dan di dua tempat dengan ketinggian yang sama suhu titik beku dan titik didih air adalah sama. Skala Celsius sebenarnya tidak
dibaca Celsius tapi dibaca Centigrade, karena memiliki 100 skala.

BAB 4
Suhu dan Perubahanya
• Anaksimenes (526-586) mengungkapkan bahwa udara atau angin merupakan dasar dari wujud alam semesta. Panas dan dingin merupakan penyebab udara menciptakan suatu bentuk. Menurutnya bumi, matahari dan bintang adalah cakram atau piringan di atas udara.
• Ibnu Sina (980-1037), seorang dokter dan flsuf. Di dunia barat beliau dikenal dengan sebutan Avicenna dan memiliki gelar "Bapak Kedokteran Modern". Ibnu Sina juga penemu termometer.
• William Thomson Kalvin(1824-1907) adalah seorang matematikawan Inggris yang mendedikasikan hidupnya untuk penelitian termodinamika. Salah satu hasil penelitiannya yang terkenal adalah penemuan titik nol mutlak yaitu pada suhu -2730C atau yang beliau sebut sebagai 273K. Penemuan inilah yang dianggap oleh Royal Science Society sebagai penemuan yang cukup fenomenal di zamannya sehingga beliau berhak untuk dianugerahi gelar kebangsawanan yakni, gelar Lord Kalvin.
1. Suhu menyatakan tingkat panas dinginnya suatu benda; diukur dengan termometer
2. Berbagai macam termometer:
• Termometer zat cair
• Termometer kristal cair
• Termometer bimetal
3. Berbagai skala termometer: Celcius, Kelvin, Fahrenheit, dan Reamur
4. Perubahan suhu menyebabkan pemuaian pada benda. Pemuaian dapat terjadi pada zat padat, cair, maupun gas.

BAB 5
Kalor dan Perpindahannya

1. Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda
yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah jika
kedua benda saling bersentuhan.

2. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan
suhu 1 g zat sebesar 1°C.

3. Zat dapat berubah wujud apabila:
• perubahan wujud zat yang memerlukan kalor yang mencair,
menguap, dan menyublim;
• perubahan wujud zat yang melepas kalor yang membeku, mengembun, dan menghablur.

4. Azas Black berbunyi banyaknya kalor yang dilepaskan benda bersuhu
lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima benda yang
bersuhu lebih rendah.
• Kalor dapat berpindah dengan cara konduksi, konveksi, dan
radiasi.
• Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa
disertai perpindahan partikel zat.
• Konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai
perpindahan partikel zat tersebut.
• Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara.

• Ibnu Sina (980-1037) mengemukakan hasil penelitiannya terkait energi, yakni masalah ruangan hampa, cahaya, dan panas (kalor).
• James Prescott Joule (1818-1889) ialah seorang ilmuwan yang membuktikan bahwa panas (kalor) tak lain adalah suatu bentuk energi.
• James Watt (1736-1819) dari Skotlandia, Britania Raya. Pada awalnya Watt tertarik dengan mesin uap karena memerhatikan mesin uap buatan Newcome yang kurang efsien. Kemudian ia terus melakukan beberapa percobaan dan penelitian. Watt berhasil menciptakan mesin uap pertama yang efsien. Ternyata mesin uap ini merupakan salah satu kekuatan yang mendorong terjadinya Revolusi Industri. Untuk menghargai jasanya, nama belakangnya, yaitu Watt digunakan sebagai nama satuan daya.
• Antonnie Laurent Lavoisier (1743 - 1794) memperkenalkan kata kalori.

BAB 6
Energi dalam Sistem Kehidupan
Ketika kita mempelajari sistem kehidupan, ada ilmuwan yang
mendasari perkembangannya hingga menjadi sebuah ilmu yang terus
berkembang seperti sekarang, siapa saja mereka?
• Al-Nafs (1213-1288), seorang dokter yang menjelaskan mengenai
konsep energi dan metabolisme.
• James Prescott Joule (1818-1889) ialah seorang ilmuwan yang
merumuskan Hukum Kekekalan Energi, yaitu "energi tidak dapat
diciptakan ataupun dimusnahkan. Energi hanya berubah bentuk."
Joule adalah seorang ilmuwan Inggris yang hobi fsika, yang
percobaannya berhasil membuktikan bahwa panas (kalor) tak lain
adalah suatu bentuk energi.
INFO ILMUWAN
1. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan.
2. Energi memiliki berbagai bentuk seperti energi potensial, energi
kinetik, dan energi mekanik.
3. Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu materi karena
lokasi atau strukturnya.
4. Energi kinetik adalah bentuk energi ketika suatu materi berpindah
atau bergerak.
5. Sumber energi adalah segala sesuatu yang menghasilkan energi yang
diklasifkasikan menjadi sumber energi yang terbarukan dan sumber
energi tidak terbarukan.
6. Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Untuk
berolahraga, belajar, dan aktivitas lain manusia membutuhkan
makanan sebagai sumber energi. Zat makanan yang berperan sebagai
sumber energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein.
7. Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang banyak tersusun oleh
unsur-unsur karbon. Unsur yang terdapat dalam karbohidrat adalah
C, H, dan O. Bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat,
misalnya beras, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian, dan buahbuahan yang rasanya manis.
8. Protein merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O,
N (kadang juga mengandung unsur P dan S). Bahan makanan yang
mengandung banyak protein antara lain
• protein hewani, misalnya daging, ikan, telur, susu, dan keju;
• protein nabati, misalnya kacang-kacangan, tahu, tempe, dan
gandum.
9. Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan
O. Peran lemak adalah menyediakan energi, melarutkan vitamin A,
D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia.
Bahan makanan yang mengandung banyak lemak antara lain
• lemak hewani: keju, daging, susu, dan ikan basah;
• lemak nabati: kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan buah avokad.
Transformasi energi dalam sel terjadi dalam bentuk:
• transformasi energi oleh klorofl;
• transformasi energi oleh mitokondria.
10. Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh
makhluk hidup/sel. Metabolisme terdiri atas reaksi pembentukan/
sintesis/anabolisme seperti fotosintesis dan reaksi penguraian/
disintesis/katabolisme seperti respirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates