Pages

Ads 468x60px

Jumat, 30 Desember 2016

Rangkuman PJOK

Rangkuman PJOK
BAB 1
Aktivitas Permainan Bola Besar
Pengertian dan Asal-Usul Permainan Sepakbola
Sepakbola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola kian-kemari untuk diperebutkan di antara pemain-pemain, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan bola. Sepakbola merupakan permainan beregu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain. Biasanya permainan sepakbola dimainkan dalam dua babak (2x45 menit) dengan waktu istirahat 10 menit di antara dua babak tersebut. Pada tanggal 26 Oktober 1863 didirikan sebuah badan yang disebut “English Football Assosiation”. Kemudian tanggal 8 Desember 1863 lahirlah peraturan permainan sepakbola modern yang disusun oleh badan tersebut yang dalam perkembangannya mengalami perubahan. Atas inisiatif Guerin (Perancis) pada tanggal 21 Mei 1904 berdirilah federasi sepakbola internasional dengan nama “Federation International de Football Assosiation” (FIFA). Atas inisiatif Julies
Rimet pada tahun 1930 diselenggarakan kejuaraan dunia sepakbola pertama di Montevideo, Uruguay. Kejuaraan sepakbola dunia diadakan 4 tahun sekali. Pada tanggal 19 April 1930 dibentuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta dengan dukungan seluruh bond-bond. Pengurus PSSI pertama kali diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepakbola tingkat taruna remaja dengan nama “Piala Soeratin” (Soeratin Cup).
Cara bermain sepak bola yang dimodifikasi ialah :
1) Jumlah pemain 12 orang (untuk 2 tim) masing-masing 6 pemain/tim.
2) Pada garis lapangan dipasang gawang atau tiang bendera kecil.
3) Lapangan yang dapat digunakan adalah yang memilikigaris tengah.
4) Tiap menempatkan 3 pemain penyerang pada daerah lapangan lawan 2 pemain bertahan pada daerah lapangan sendiri.
5) Setiap pemain berusaha mempertahnkan gawangnya dan melakukan serangan.
6) Pemain bertahan dan penyerang hanya boleh bergerak di daerah yang ditempatinya.
7) Bila pemain bertahan dapat merebut bola segera berikan operan pada temanya yang ada didaerah lawan.
8) Tim dianggap menang apabila dapat memasukan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin.
9) Waktu permaian untuk setiap tim 5-10 menit.

Pengertian dan Asal-Usul Bolavoli
Permainan bolavoli adalah suatu cabang olahraga yang dilakukan dengan mem-volley bola di udara hilir mudik di atas jaring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. Mem-volley dan memantulkan bola ke udara dapat
mempergunakan bagian tubuh mana saja (asalkan sentuhan/pantulannya harus sempurna).
Pada mulanya bolavoli dimainkan untuk aktivitas rekreasi, bagi para usahawan. Permainan bolavoli berkembang dan menjadi populer di daerah pariwisata dan dilakukan di lapangan terbuka, di Amerika Serikat pada musim panas. Selanjutnya berkembang ke Kanada. melalui gerakan internasional
YMCA, permainan bolavoli meluas ke negara lainnya, yaitu Kuba (tahun 1905), Puerto Rico (tahun 1909), Uruguay (tahun 1912), dan Cina serta Jepang (tahun 1913). Di Indonesia permainan bolavoli berkembang sangat pesat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. dengan dasar itulah, maka pada tanggal 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional bolavoli yang pertama. Pertandingan bolavoli masuk acara resmi dalam PON II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta. Setelah tahun 1962 perkembangan bolavoli seperti jamur tumbuh di musim hujan.

Cara bermain boal voli yang dimodifikasi adalah
1) Tiap regu 3-4 orang
2) Net ditengah lapangan dengan ketinggian 1,5-2 m
3) Kedua regu membuat formasi berbanjar dan saling berhadapan
4) Salah satu regu melemparkan bola kelapangan lawan
5) Kemudian regu lawan berusaha mengembalikan dengan menggunakan passing atas
6) Pemain yang telah passing bola kemudian berlari kelapangan lawan
7) Lakukan aktivitas pembelajaran ini berulang secara bergantian
8) Bola tidak boleh menyentuh tali atau terjatuh
9) Rasakan perkenaan bola dengan telapak tanganmu dan tenaga yang disalurkan sehingga bola dapat memantul dengan baik

Pengertian dan Asal-Usul Bolabasket
Tujuan permainan bolabasket adalah memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak kemasukkan bola. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan teknik gerakan dengan baik. Gerakan yang baik menimbulkan efisiensi kerja dan berkat pembelajaran yang teratur mendapatkan efektivitas yang baik pula. Permainan bolabasket yang kita kenal sekarang ini diciptakan oleh Dr. James A. Naismith pada tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Dr. Luther menganjurkan kepada Dr. Naismith untuk menciptakan permainan baru yang dapat dimainkan di dalam gedung, mudah dimainkan, mudah dipelajari dan menarik.
Pada tahun 1924 permainan bolabasket didemonstrasikan pada olimpiade di Perancis. Pada tanggal 21 Juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, direktur sekolah olahraga di Jeneva diadakan konferensi bolabasket. Dalam konferensi ini terbentuklah Federasi Bolabasket Internasional yang diberi nama Federation Internationale de Basketball Amateur (FIBA). Pada tahun 1936 untuk pertama kali permainan bolabasket dipertandingkan dalam olimpiade di Jerman, yang diikuti oleh 21 negara.
Permainan bolabasket masuk ke Indonesia setelah Perang Dunia ke-II dan dibawa oleh para perantau Cina. Pada PON I di Surakarta bolabasket telah masuk dalam acara pertandingan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Pada tahun 1953 PERBASI diterima menjadi anggota FIBA. Pada tahun 1955 perpanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap PERBASI.
Permainan bola basket merupakan permainan yang gerakanya sangat kompleks yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, serta unsur kekuatan, kecepatan, ketepatan, kelentukan, dll

BAB 2
Permainan Bola Kecil

Pengertian Permainan Kasti
Permainan kasti merupakan olahraga permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 12 orang pemain. Permainan ini dimainkan di lapangan berbentuk empat
persegi panjang yang dibatasi oleh garis batas dengan lebar 5 cm atau menggunakan tali tambang. Sebagai alat permainan menggunakan bola kasti dan kayu pemukul. Unsur keterampilan teknik dasar permainan, yaitu memukul, melambungkan bola, menangkap bola, melempar bola, berlari, taktik
dan strategi, dan peraturan permainan.
Peraturan permainan bola kasti
1) jumlah pemain 12 orang  tiap tim (seorang menjadi ketua/kapten regu)
2) waktu permainan 2X30 menit dibagi menjadi 2 babak diselingi waktu istirahat(10 menit)
3) cara mendapatkan angka
setiap pemukul yanng berhasil berlari menuju tiang hinggap I, II, dan III lalu kembali keruang bebas akan mendapat nilai satu.
Apabila pukulan berhasil dengan baik dan pemukul secara langsung dapat kembali keruang bebas akan mendapat nilai 2
Apabila regu penjaga dapat menangkap bola langsung dengan baik maka mendapat nilai 1 untuk regu penjaga
4) Penentuan pemenang adalah regu yang mendapat nilai terbanyak
5) Setiap pertadingan kasti dipimpin oleh wasit dan dibantu oleh 3 penjaga garis, 1 orang pencatat nilai dan mencatat waktu
6) Pergatian tepat dapat dilakukan apabila regu pemukul terkena lemparan
7) Kesempatan memukul  untuk setiap  pemukul 1X, kecuali pemekul terakhir
8) 3 X

Pengertian dan asal usul permainan bulu tangkis
Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulu tangkis dapat dimainkan didalam maupun diluar lapangan. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis
raket pemukul –raket yang berat dibagian atas (kepala)
                                        raket yang berat dibagian pegangan (handle)
                                        raket yang seimbang cocok untuk pemain (allround)
                                       bahan raket
                                                        terbuat dari kayu seluruhnya
terbuat dari kayu dan aluminium

terbuat dari aluminium seluruhnya
terbuat dari fiberglass
                                                terbuat dari arang (karbonex)
shuttlecock – terdiri dari bagian kepala dan bulu terdiri dari 14-16 helai bulu yang ditancapkan pada gabus yang bergaris 25-28 mm diameter bagian atas shuttlecock 54-56 mm .
pengertian dan asal usulnya tenis meja
tenis meja merupakan cabang olahraga yang dimmainkan didalam gedung (indoorgame) oleh 2-4 pemain cara memainkanya dengan menggunakan net yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring diatas meja yang dikaitkan pada 2 tiang jaring, lebih dikenal dengan istilah pingpong, tenis meja berasal dari Eropa. Raket tenis meja disebut bet.
BAB 3
Atletik
Pengertian dan Asal-usul Atletik
Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “athlon atau athlum” artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan “athleta” (atlet). Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingan/ diperlombakan yang meliputi nomor jalan, lari,
lompat, dan lempar.
Istilah “athletic” dalam bahasa Inggris dan atletik dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan, termasuk renang, bolabasket, tenis, sepakbola, senam dan lain-lain.
1. Jalan cepat
Jalan cepat tidak diperkenankan langkah melayang atau membuat  lompatan. Menurut aturan kaki pejalan cepat harus tetap diatas tanah sekurang-kurangnya satu kaki harus tetap menginjak tanah.
Perbedaan antara Jalan Cepat dan Lari
Secara awam gerakan jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan badan ke depan dengan langkah-langkah kaki.
Perbedaan jalan cepat dan lari adalah sebagai berikut.
Jalan cepat : pada gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang kontak dengan tanah. Artinya, setiap saat salah satu kaki selalu kontak tanah.
Lari : Dalam gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Artinya, pada saat tertentu kedua kaki lepas atau tidak menyetuh/ menginjak tanah.
2. Lari Jarak Pendek
perlombaan lari jarak pendek sering disebut sebagai lari sprint atau lari cepat. Seorang pelari jarak pendek biasanya dipanggil dengan sebutan sprinter. Nomor lari jarak pendek yang diperlombakan pada event internasional, jika diadakan di lapangan terbuka (outdoor), meliputi nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m. Lari jarak pendek yang dilombakan di
lapangan tertutup (indoor) meliputi, lari 50 m, 60 m, 200 m, 400 m. Lari cepat ialah lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari cepat dapat dilakukan baik oleh pelari putra maupun putri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek/sprint adalah start atau pertolakan. Keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari jarak pendek (sprinter). Oleh sebab itu, cara
melakukan start yang baik harus benar- benar diperhatikan dan dipelajari serta dilatih secermat mungkin.
3. Lompat Jauh
Lompat jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik, lompat adalahistilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik yaitu melakukan tolakan dengan 1 kaki. Baik untuk nomor lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, maupun lompat tinggi galah
4. Tolak peluru
Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Berat peluru yang digunakan dalam perlombaan 7,25 kg untuk putra, dan 4 kg untuk putri.
Bab 4
Beladiri
Pengertian dan asal-usul Pencak Silat
Pencak silat adalah suatu cara beladiri yang menggunakan akal sepenuhnya. Akal yang dimiliki manusia lebih sempurna bila dibandingkan dengan makhlukmakhluk yang lainnya. Oleh karena itu, tidak mustahil jika manusia dapat menguasai segala macam ilmu di dunia ini. Di Indonesia istilah pencak silat baru mulai digunakan setelah berdirinya top organisasi pencak silat (IPSI). Sebelumnya di daerah Sumatera lebih dikenal dengan istilah Silat, sedangkan di tanah Jawa kebanyakan dikenal dengan istilah Pencak Silat. Pada periode kepemimpinan Eddie M. Nalapraya, Indonesia memiliki
hasrat untuk mengembangkan pencak silat ke mancanegara dengan mengambil prakarsa pembentukan dan pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT) pada tanggal 11 Maret 1980 bersama Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Keempat negara tersebut akhirnya dinyatakan sebagai negara-negara pendiri organisasi pencak silat internasional. Upaya pengembangan pencak silat yang dipelopori Indonesia dan anggota PERSILAT lainnya sampai saat ini berhasil menambah anggota PERSILAT. Penambahan anggota ini memberikan dampak pada usaha IPSI dan anggota
PERSILAT lainnya untuk memasukkan pencak silat ke multi event di tingkat Asia, yaitu Asian Games, dengan membentuk organisasi Pencak Silat Asia Pasific pada bulan Oktober 1999.
Organisasi pencak silat di Indonesia yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pusat Kebudayaan.
BAB 5
Kebugaran Jasmani
Senam lantai
Senam lantai adalah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan istilah lantai, maka gerakan-gerakan/bentuk pembelajarannya dilakukan di lantai. Jadi lantai/ matraslah yang merupakan alat yang dipergunakan. Senam lantai disebut juga dengan istilah pembelajaran bebas. Tujuan melakukan senam lantai selain untuk meningkatkan kemampuan melakukan bentuk-bentuk gerakan senam lantai sendiri juga sebagai pembelajaran pembentukan kemampuan untuk melakukan gerakan senam dengan alat.
Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
a. Manfaat Fisik
Senam adalah kegiatan utama yang paling bermanfaat untuk mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak. Melalui berbagai kegiatannya, peserta didik akan berkembang daya tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangannya.
b. Manfaat Mental dan Sosial
Ketika mengikuti senam, peserta didik dituntut untuk berpikir sendiri tentang pengembangan keterampilannya. Untuk itu, peserta didik harus mampu menggunakan kemampuan berpikirnya secara kreatif melalui pemecahan masalah-masalah gerak. Dengan demikian, peserta didik akan berkembang
kemampuan mentalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates