Pages

Ads 468x60px

Jumat, 30 Desember 2016

Rangkuman BIG

Rangkuman BIG
BAB 1
Good Morning. How are you?
A : hello good morning. How are you?
B : hello good morning. Iam fine thanks. And you?
A : Iam fine too. Thanks.

A : Hi good afternoon.
B : Hello good afternoon. how are you?
A : Iam fine Thanks.

BAB 2
This Is Me
Good morning, my name is Much. Ghozi. Setiawan. Al-ghifari. You can call me Alghi
A-L-G-H-I. I live in yosowilangun lor. I was born on  9th may 2004.

BAB 3
What Time Is it?
00.15 = quarter
00.30 = ahalf
contoh:
09.20 = twenty past nine
12.15 = fiveteen quarter twelve
04.30 = thity ahalf four
BAB 4
This My is World
Things : Ruler
Book
Pencil
Shoes
Hat
Flash disk
Laptop
Bed
Fan

Rangkuman SBK

Rangkuman SBK
Seni Rupa
BAB 1
Menggambar Flora, Fauna dan Alam benda
a. Pengertian menggambar
Gambar merupakan bahasa yang universal dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Bagi manusia purba gambar tidak sekedar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur saja, tetapi juga meberikan kekuatan dan motivasi untuk bertahan  hidupmanusia melalui gambar dapat menyampaikan gagasan ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri.
b. Objek menggambar
Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi tetapi terkadang memerlukan objek. Alam semesta merupakan objek yang tidak pernah habis digambar. Kekayaan flora, fauna, dan alam benda merupakan objek yang dapat digambar. Keindahan flora, fauna, dan alam benda merupakan sumber inspirasi dan eksplorasi dalam menggambar.
c. Komposisi
Komposisi simetris menunjukan objek bagian kanan bidang gambar sama atau mirip dengan objek bagian kiri gambar.
Komposisi asimetris menunjukan bahwa objek dibagian kanan bidang gambar tidak sama atau tidak mirip dengan objek dibagian kiri bidang gambar tetapi terkesan menunjukan keseimbangan.
d. Teknik menggambar
Sebelum menggambar membuat sketsa terlebih dahuu agar gambar memiliki komposisi, proporsi dan keseimbangan yang baik.
Tahapan mengambar
- Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar.
- Mengetahui bagian dari objek gambar.
- Menyusun/menyambung bagian perbagian menjadi gambar yang utuh.
- Memberikan dimensi gelap terang baik hitam-putih maupun berwarna.
- Memberikan kesan untuk latar belakang.
Teknik menggambar flora
Menggambar flora dapat memberikan pemahaman tentang keanekaragaman keindahan dan keunikan flora yang ada dilingkungan. Bagian-bagian yang dapat digunakan sebagai objek gambar bentuk daun, buah dan bunga
Teknik menggambar fauna
Fauna memiliki jenis yang berbeda, berkaki 4 seoerti sapi dan kambing, berkaki 2 seperti ayam dan bebek, ada hewan yang hidup diaiir maupun didarat, ada hewan bersifat buas dan jinak, setiap hewan memiliki bentuk badan berbeda. Menggambar hewan bisa mulai dari badan,kepala,kaki/cakarnya
Teknik menggambar alam benda
Menggambar alam benda juga disebut menggambar bentuk. Alam benda buatan manusia dan yang sudah terbentuk dari alam. Alam benda buatan manusia dapat berupa kendi, piring, mangkuk dll. Alam benda yang terdapat dialam batu,batang kayu, air dan awan
Saat menggambar bentuk perhatikan hal-hal berikut
1. Proporsi bentuk benda yang akan digambar
2. Komposisi dalam meletakan benda
3. Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan
4. Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi
5. Penggunaan latar belakang (background)
e. Alat dan Media gambar
1. Pensil dibedakan menjadi  2 jenis
Pensil H memiliki sifat keras dan cocok untuk membuat garis yang tipis.
Pensil B memiliki sifat lunak cocok untuk membuat garis tebal dan hitam.
2. Pensil warna memiliki variasi yang banyak menghasilkan warna lembut.
3. Krayon ada 2 jenis pensil dan batang kedua jenis bentuk krayon ada yang berbahan lunak dan ada yang berbahan keras.
4. Pulpen gambar yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat dan umumnya berupa arsiran.
5. Kertas gambar biasanya berwarna netral (putih, abu-abu, coklat) dan dapat menyerap/mengikat bahan perwarna. Kertas gambar yang digunakan dengan berbagai alat gambar mislanya kertas padalarang. Pastel khususnya memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar misalnya kertas karton

BAB 2
Menggambar Ragam Hias
a. Pengertian ragam hias
Ragam hias atau ornamen merupakan bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi fakktor lingkungan alam, flora dan fauna serta budaya masing-masing daerah selain itu gambar hias harus disesuaikan dengan fungsinya.
b. Motif ragam hias
1. Ragam hias flora (vegetal)
Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir diseluruh pulau Indonesia.
2. Ragam hias fauna (animal)
Bentuk motif animal dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis hewan, motif hias animal bisa digabung dengan hias vegetal/ motif geometrik.
3. Ragam hias geometrik
Ragam hias geometrik merupakan motif hias yang di kembangkan dari bentuk geometrik kemudian disesuaikan dengan selera dan imajinasi pembuatnya.
4. Ragan hias figuratif
Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk.
c. Pola ragam hias
Pola ragam yang ditampilkan dapat berupa ragam pola ragam hias yang teratur, terukur dan memiliki keseimbangan.
d. Teknik meggambar ragam
1) Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan digambar.
2) Persiapan alat dan media gambar.
3) Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat.
4) Buat sketsa dislah satu kotak/bidang yang telah sebelumnya.
5) Buat bentuk yang sama (bisa di jiplak) pada bidang yang lain.
6) Warnai gambar.

Seni Musik
BAB 3
Menyayi dengan 1 suara
a. Bernyani secara unisono
Bernyanyi unisono adalah bernyanyi 1 suara seperti menyanyikan melodi 1 lagu.
b. Teknik vokal dan organ suara manusia
I. Teknik vokal terdiri dari
- Artikulasi adalah cara pengucpan kata demi kata yang baik dan jelas.
- Phrasering adalah aturan pengenalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan paedah yang berlaku
- Intonasi adalh tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
II. Teknik pernafasan terdiri dari
- Pernafasan dada dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas.
- Pernafasan perut dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk.
- Pernafasan diafragma
Saat diafragma menegang/lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume menjadi bertambah.
c. Melatih vokal
Latihan vokal dapat dilakukan sambil menyanyi dengan melakukan eksplorasi lagu model. Lagu model tersebut dinyanyikan dengan cara merubah nada dasar berturut-turut naik dan turun.
BAB 4
Memainkan Alat Musik Sederhana
a. Musik ansambel
Menurut fungsinya alat musik ansambel dibagi menjadi 3 kelompok
1. Alat musik ritmis berfungsi untuk memberikan irama.
2. Alat musik melodi berfungsi membawakan melodi suatu lagu.
3. Alat musik harmoni berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus.
b. Teknik memainkan alat musik
1. Angklung alat musik dari daerah jawa barat dan banten cara memainkanya digoyangkan.
2. Seruling bambu dibedakan menjadi seruling pembawa melodi dan seruling pengiring cara memainkanya ditiup.
3. Sasando termasuk alat musik chordofone yaitu alat musik dengan sumber bunyi senar cara memainkan dipetik tangan kiri memainkan akor tangan kanan memainkan melodi.
4. Calung bentuknya hampir sama dengan angklung cera memainkanya harus dengan cara memukul-mukul batang bambu.
5. Kolintang menurut masyarakat minahasa berasal dari suaranya, tong (nada rendah), ting (nada tinggi), tang (nada biasa).
c. Alat musik Melodi
Indonesia memilik berbagai alat musik melodis, yang dibunyikan dengan teknik pukul, tiup, petik.

SENI TARI
BAB 5
Ruang, Waktu, dan Tenaga pada gerak tari

a. Pengertian Elemen Gerak Tari
Elemen dasar tari adalah gerak. Didalam gerak mencakup
1. Ruang (gerakan ditempat tanpa berdiri berarti melakukan gerak diruang pribadi sedangkan bergerak berpindah tempat maka melakukan gerak di ruang umum).
2. Waktu (setiap gerak yang dilakukan membutuhkan waktu beik gerak estetis maupun gerak fungsional).
3. Tenaga
Intesitas yang berkaitan dengan kualitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak.
Aksen/Tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras.
Kualitas berkaitan dengan cara penggunaan/penyaluran tenaga.
Di diskripsikan :  ruang dalam gerak merupakan efek yang ditimbulkan akibat gerak yang dilakukan.
Waktu dalam gerak merupakan suatu iram dari gerak yang dilakukan.
Tenaga dalam gerak merupakan satuan kekuatan yang dikeluarkan dalam melakukan gerak.

BAB 6
Pengolahan ruang,waktu dan tenaga sesuai iringan
  Berlatih Meragakan gerak tari
Ruang, waktu dan tenaga pada gerak tari merupakan satu-kesatuan utuh.
Karakteristik gerak didalam ruang, waktu dan tenaga ialah.
(1) Menggunakan tubuh manusia sebagai instrumen dan gerak sebagai mediumnya.
(2) Terkait dengan ruang,waktu, tenaga dan aliran.
(3) Terkait dengan ritme.
(4) Mempunyai bentuk dan gaya.
(5) Alat komunikasi non verbal.
(6) Mengungkapkan emosi/perasaan dan pikiran manusia.
(7) Terkait dengan budaya.

SENI TEATER
BAB 7
Mergakan adegan fragmen
Pengertian fragmen
Fargmen sering juga disebut pementasan teater dengan durasi yang singkat. Teater berasal dari kata theaton (yunani) yang berarti tempat petunjukan (stage). Dalam arti luas teater adalah segal tontonan yang dipertunjukan didepan orang banyak. Dalam arti sempit teater adalah kisah hidup manusia yang ditanpilkan diatas pentas disaksikan penonton.
Teknik dasar  akting teater
Akting adalah perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis.
1. Olah tubuh, hal yang harus dilakukan pada latihan olah tubuh adalah melakukan latihan dalam kondisi bugar, sehat dan menyenangkan (bagian kepala, tangan, badan, pinggul, kaki).
2. Olah suara, suara merupakan faktor penting karna sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi, artikulasi. Kata yang diucapkan harus jelas dan wajar (tekanan kata, jiwa kalimat/menghidupkan kalimat, tempo dan irama).
3. Olah rasa, berkonsentrasi mengolah rasa dan emosi, pemain teater perlu berlatih :
Latian konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan.
Latihan imajinasi adalah mengolah daya khayalmu seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan.
Latihan ingatan emosi adalah latian mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah melihat orang lain dengan emosinya.

BAB 8
Menulis Naskah Fragmen
Dasar lakon drama adalh konflik manusia. Konflik adalah pertentangan yang terjadi antara 1 toko dengan tokoh lainya, baik yang bersifat pertentangan batin maupun fisik, tokoh utama disebut tokoh protagonis, tokoh penentang disebut tokoh antagonis.
Teknik Menulis Naskah Fragmen
a. Menentukan tema
Tema merupakan langkah awal dalam menyusun naskah drama. Tema merupakan ide dasar dari keseluruhan naskah.
b. Menentukan alur cerita
Alur adalah jalan cerita dari tema yang sudah dipilih. Alur merupakan rangkaian cerita yang disusun dari awal sampai akhir sehingga terbentuk cerita yang jelas dan utuh.
c. Menyusun adegan
Setiap adegan akan diketahui urutan tokoh-tokoh yang akan tampil.
d. Membuat dialog-dialog tokoh
Drama berbeda dengan karya sastra yang lain. Perbedan yang paling mencolok
adalah dibangun berupa dialog-dialog antar tokoh.

Rangkuman Prakarya

Rangkuman Prakarya
KERAJINAN
BAB 1
Indonesia dinyatakan sebagai negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil, yaitu negara yang memiliki keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati, dan ekosistem yang ada di daratan dan lautan. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber
daya alam yang dimiliki Indonesia. Letak geografs tanah air kita telah memberikan keuntungan kepada bangsa Indonesia. Selain kekayaan alam, manusia juga dianugerahi kelebihan oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa akal sehingga manusia mampu mengapresiasi, mencipta, dan berkreasi dengan berbagai media ekspresi.
A. Pengertian Serat Alam
Bahan serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Menurut kamus bahasa indonesia, serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Serat kapas misalnya memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000).
B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
Bahan serat alam berasal dari alam. Limbah serat alam mudah diurai dalam tanah. Bahan serat alam yang dimaksud adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu
1. Serat dari Tumbuhan
Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan. Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan yang dapat diolah menjadi serat alam.
Adapun serat yang berasal dari tumbuhan dapat diklasifkasi
menjadi empat sebagai berikut.
Serat dari Biji
Tumbuhan memiliki biji yang beraneka ragam. Beberapa biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat. Contohnya biji dari pohon kapas dan kapuk.
Serat dari Batang
Setiap tumbuhan memiliki batang. Struktur batang yang dihasilkan tumbuhan tentunya tidak sama satu dengan lainnya. Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contohnya batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax,
jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.
Serat dari Daun
Tumbuhan yang dapat diolah sebagai bahan serat dari daunnya tidaklah banyak. Namun, banyak orang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil. Contohnya serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.
Serat Berasal dari Buah
Tumbuhan yang memiliki buah sangat banyak dan beragam. Namun yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam tidaklah banyak. Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah. Sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat.
2. Serat dari hewan
Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.
Di bawah ini dijelaskan penggolongannya.
Serat dari Stapel
Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut dengan wol. Contohnya domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna.
Serat dari Filamen
Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang.
C. Pengolahan bahan serat
Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
Pemintalan benang
Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.
Penggulungan benang
Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang.mester I
Pencelupan Warna
Benang diproses dengan pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya benang dikeringkan.
Penenunan Benang Menjadi Kain
Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.
D. Proses Produksi Kerajinan Bahan Serat
Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil.
Adapun teknik-teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, makrame, dan tapestri sebagai berikut.
Menenun
Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang-benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.
Menjahit
Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit.
Mengikat
Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan.
E. Produk dan Proses Kerajinan Bahan Serat
Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut.
1. Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur.
2. Kenyamanan (Comfortable)
Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya.
3. Keluwesan (Flexibility)
Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.
4. Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.
5. Keindahan (Aestetic)
Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.
Produk Kerajinan Serat Tumbuhan
a.  Bahan Serat Tumbuhan
Pengolahan yang dilakukan cukup sederhana yaitu dikeringkan secara alami dengan sinar matahari langsung.
b.  Alat Produksi Kerajinan Serat Tumbuhan
Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak. Peralatan digunakan sesuai kebutuhan.
Peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam. gunting,  cutter, pisau,  lem tembak, dan  jarum jahit.
c.  Produk Kerajinan dari Serat Tumbuhan
Mesin yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam. mesin jahit untuk teknik jahit, alat tenun untuk menenun, mesin pemisah sabut kelapa.
Bahan serat alam yang berasal dari serat/sabut kelapa dapat diproduksi sebagai keset, atau bahkan sebagai isi bantal. Bahan serat alam dari daun/pelepah pisang, pandan, atau eceng gondok dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan juga fungsi hias dengan menggunakan teknik anyam.

Produk Kerajinan Serat Hewan
a. Bahan Serat Hewan
Di bawah ini merupakan bahan serat dari hewan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan. Pengolahan yang dilakukan cukup sederhana yaitu dikeringkan secara alami dengan sinar matahari langsung.
1) Serat wol dari bulu domba
2) Serat sutra dari kepompong ulat sutera
3) Serat dari bulu alpaca
b. Alat Produksi Kerajinan Serat Hewan
Peralatan digunakan sesuai kebutuhan.
Peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam.  gunting, alat pencukur bulu,  baskom dan  jarum jahit.
 c. Produk Kerajinan dari Serat Hewan
Mesin yang dapat digunakan untuk mengolah serat hewan mesin pemintalan, Mesin penggulung benang hasil pemintalan

F. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat
Penyajian sebuah produk kerajinan disebut juga dengan kemasan.
Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki empat fungsi utama, yaitu :
1. menjual produk.
2. melindungi produk.
3. memudahkan penggunaan produk, dan
4. memperindah penampilan produk.






BAB 2
Kerajinan Tekstil
A. Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil
• Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding.
• Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya busana, tas, dan aksesoris.
• Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.
• Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik.
Adapun prinsip kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai hal-hal berikut.
1. Keunikan Bahan kerajinan
Bahan dasar yang digunakan sebagai kerajinan dapat berasal dari bahan alam bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.
2. Keterampilan Tangan
Ketukangan atau pengrajin tidak terbatas pada keterampilan kerja tangan. Meskipun demikian, kita tetap melihat bahwa keahlian tukang atau pengrajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja tetapi tetap dengan dasar kesadaran material. Kesadaran material, (material consciousness) adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Seorang yang bekerja membuat produk-produk kerajinan umumnya disebut pengrajin. Sebagai pengrajin dalam membuat produk kerajinan pada umumnya memiliki satu konsep karya yang dapat diproduksi lebih dari satu produk.
3. Unsur Estetik
Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi. Dari segi bentuk disuguhkan keberanekaragam bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan tapestri dibentuk berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis. Fungsi warna sebagai penunjang keindahan dan juga sebagai perlambangan. Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan tersebut.
4. Unsur Hiasan (Ornament)
Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan dicetak. Ada dua jeniscara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan,
(a) hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat, (b) hiasan terstruktur yaitu pembuatan hiasan dibentuksejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri.

B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil
Jenis rancangan sebuah kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam kesatuan bahan dan teknik.
teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil,
a. Structural Technic
Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut.
b. Decorative Technic
Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita.
C. Proses Produksi Kerajinan Tekstil
Kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut.
1. Untuk memenuhi kebutuhan.
Pengrajin telah mempertimbangkan tujuan dari pembuatan produk kerajinan tekstil fungsi hias yaitu untuk penghias. Sementara produk kerajinan tekstil fungsi pakai digunakan sesuai kebutuhan. Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis interior.
2. Kerajinan tekstil hasil pengembangan
Kerajinan tekstil dengan fungsi hias dapat pula dibuat dengan memodifkasi bahan dan teknik. Para pengrajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan.
1) Tapestri
Menenun bagi orang Indonesia merupakan suatu perwujudan upacara yang dimulai dari tahapan kerja yang jelas, tata tertib yang harus dipatuhi, dan menjelma menjadi suatu kebiasaan. Adat istiadat, agama, dan lingkungan telah mempengaruhi para penenun dalam mengungkapkan jiwa pada selebar kain hasil tenunan mereka.
- Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri
>> Benang tipis untuk lungsi.
>> Benang tebal untuk pakan.

Alat Pembuat Hiasan Tapestri.
» Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi.
» Batang kayu.
2) Batik
Sejak masa lalu Indonesia telah menggunakan produk batik sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari pakaian hingga kebutuhan ritual budaya. Dalam sejarahnya, secara magis pemilihan teknik rintang warna (resist dyeing) pada batik ditujukan untuk mengundang keterlibatan roh pelindung guna menolak pengaruh roh jahat. Dari teknik perintang warna tersebut, sejak dahulu pula masyarakat Indonesia telah mengenal kain jumputan atau ikat pelangi atau sasirangan atau ikat celup (tie dye). Pada batik terdapat ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias batik merupakan ekspresi yang menyatakan keadaan diri dan lingkungan penciptanya. Ragam hias diciptakan atas dasar imajinasi perorangan ataupun kelompok.
a. Batik Pedalaman (Klasik)
Batik pedalaman adalah pengkategorian batik yang berkembang di masa lalu. Dahulu pembatik-pembatik hanya ditemui di daerah pedalaman.
b. Batik Pesisir
Batik pesisir adalah batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budaya daerah di luar Pulau Jawa.
Bahan Produksi Batik
1) Kain putih
Kain katun putih yang biasa digunakan adalah kain primissima, kain prima, kain merses, kain sutra, dan katun doby. Kain katun lebih mudah menyerap zat warna dengan baik dibanding jenis poliester.
2) Malam/Lilin
Lilin yang biasa disebut malam ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebelum digunakan, lillin atau malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor.
3) Zat Pewarna Batik
Pewarna batik terdapat dua jenis yaitu pewarna sintetis dan pewarna alami. Pewarna sintetis berbentuk bubuk, penggunaannya harus dilarutkan air terlebih dahulu. Pewarna sintetis untuk batik terdiri dari napthol, indigosol, reaktif, dan frozen. Sedangkan pewarna alami berbentuk padat yang direbus dalam beberapa jam, hingga menghasilkan ekstrak zat warna alamnya. Pewarna alami di antaranya kayu secang, kulit manggis, daun indigo, dan jelawe.
Alat Produksi Batik
1) Canting
Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Canting terdiri dari canting tulis dan canting cap. Canting berfungsi semacam pena, yang diisi lilin malam cair sebagai tintanya. Canting tulis terdiri dari beberapa cecek (lubang), ada yang terdiri dari satu dengan berbagai ukuran kecil, sedang dan besar. Selain itu, ada yang memiliki cucuk 2 dan cucuk 3. Canting cap adalah alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki.
2) Kompor
Kompor adalah alat untuk membuat api untuk memanaskan lilin malam. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor dengan bahan bakar minyak.
3) Wajan

Proses Pembuatan Batik
pembuatan batik dikenal ada tiga teknik, yaitu teknik cap, teknik tulis, serta teknik campuran cap dan tulis.
Proses Pembatikan Dalam Bahasa Jawa
1) Nganji
Pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan.
2) Ngemplong
Penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna.
3) Nyungging
Membuat pola di atas kertas.
4). Nuaplak
Menjiplak pola dari kertas ke kain.
5) Nglowong
Memberi lilin/malam pada kain sesuai pola.
6) Ngiseni
Memberi isian motif ke dalam pola besar.
7) Nembok
Penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat dilorot.
8) Nyolet
Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon.
9) Nyelup
Memberi warna pada kain dengan pencelupan.
10) Mopok
Memberi isian pada latar belakang pola.
11) Nglorod
Membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat.
12) Nanahi
Memberi isian dengan malam pada latar belakang pola.
13) Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan.
3) Sulam
Sulam biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang.
Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi berikut ini.
a. Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan kain.
b. Sulam terawang (kerawang), hasil sulaman berlubang-lubang seperti menerawang.
c. Sulam timbul, hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat.
Beberapa jenis sulaman yang berkembang kini
a. Sulam kepala peniti
Sulam kepala peniti merupakan sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran kecil.
b. Sulam bayang
Sulam bayang merupakan jenis sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian ataskain dasar.
c. Sulam renda bangku
Sulam renda bangku merupakan jenis sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan lainnya. Di buat diatas bangku kecil berukuran bulat, maka disebutlah sulaman renda bangku.
d. Sulam pita
Sulam pita menggunakan pita-pita dengan berbagai ukuran dan ketebalan yang bervariasi. Sulaman ini menggunakan jarum sulam atau jarum kasur yang memiliki lubang benang dengan berukuran besar.
4) Jahit Aplikasi
Menjahit adalah sebuah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunakan benang dan jarum. Jahit aplikasi terdiri dari
a. Jahit aplikasi standart (onlay)
Jahit aplikasi standard (onlay) adalah teknik membuat benda kerajinan tekstil yang dikerjakan dengan cara membuat gambar pada kain,kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan teknik sulam. Fungsi jahit aplikasi adalah untuk menghias permukaan kain
b. Jahit aplikasi pada potong sisip (inlay)
Jahit aplikasi potong sisip adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif sesuai dengan rencana. Kain yang sudah berlubang itu pada bagian belakang ditempel kain yang berbeda warna dan diselesaikan
dengan tusuk hias festoon dapat juga dengan mesin bordir.
c. Jahit aplikasi pada potong motif
Jahit aplikasi potong motif adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain. Teknik penyelesaiannya sama dengan jahit aplikasi yang lain.
d. Jahit aplikasi pada lipat potong
Jahit aplikasi lipat potong adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan tangan atau mesin. Caranya melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai dengan rencana sehingga hasilnya simetriskemudian ditempel pada dasar kain dan diselesaikan dengan
tusuk feston. Teknik aplikasi biasanya dikombinasikan dengan sulam datar.
e. Jahit aplikasi pengisian
Jahit aplikasi dengan pengisian adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan secara manual atau mesin. Caranya sama seperti pada jahit tindas, bedanya pada penambahan potongan kain yang berbeda warna. Pengisi susulan dapat juga ditambahkan dengan penambahan renda dan pita penyelesaian sama dengan teknik aplikasi yang lain.
Alat Produksi Jahit Aplikasi
Dalam pembuatan jahit aplikasi, alat yang dibutuhkan hampir sama dengan jahit pada umumnya. Alat tersebut di antaranya adalah jarum jahit tangan, gunting, jarum pentul, bantalan jarum, tudung jari, alat pemasuk benang, pemidangan, pensil/kapur jahit, cukil/pendedel, dan seterika.
Bahan Produksi Jahit Aplikasi
Bahan yang biasa digunakan dalam menjahit aplikasi terdiri dari; benang jahit atau sulam, kain bermotif atau polos, dapat pula digunakan kain perca. Saat ini sedang menjamur penggunaan kain felt atau flanel yang memiliki ratusan ragam warna sebagai bahan aplikasi.













REKAYASA
BAB 3
Teknologi Konstruksi Miniatur Rumah
A. Mengenal Istilah Teknologi
1. Pengertian dan Perkembangan Teknologi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata teknologi mengandung arti (1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; (2) keseluruhan sarana untuk meyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Jadi teknologi merupakan ilmu pengetahuan terapan untuk mewujudkan kenyamanan dan kemudahan hidup manusia.
2. Jenis-Jenis Teknologi
Berdasarkan kegunaannya, teknologi digolongkan menjadi beberapa jenis.
a. Teknologi Peralatan Rumah Tangga
Teknologi peralatan rumah tangga merupakan teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan rumah tangga.
b. Teknologi Produksi
Teknologi produksi merupakan teknologi yang digunakan untuk memproduksi atau menghasilkan suatu barang.
c. Teknologi Transportasi
Teknologi transportasi merupakan teknologi yang digunakan untuk berpindah tempat.
d. Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi merupakan teknologi yang digunakan untuk saling bertukar informasi atau pesan.
e. Teknologi Konstruksi
Teknologi konstruksi merupakan teknologi yang digunakan untuk membangun sarana maupun prasarana.
B. Teknologi konstruksi
jenis-jenis proyek konstruksi, dan fungsi teknologi konstruksi.
1. Perkembangan Teknologi Konstruksi
Pada awalnya, manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai tempat tinggal, jalan, jembatan, serta sarana dan prasarana lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
2. Jenis-jenis Proyek Konstruksi
Bangunan merupakan wujud fsik hasil pekerjaan konstruksi. Banyak masyarakat mengartikan bangunan adalah rumah, gedung, jembatan atau sarana prasarana lainnya.
a. Proyek Konstruksi Bangunan Perumahan atau Permukiman
(Residential Construction)
Proyek jenis ini mencakup proyek pembangunan tempat tinggal seperti rumah, perumahan, villa, ataupun apartemen.
b. Proyek Konstruksi Bangunan Gedung (Building Construction)
Konstruksi bangunan gedung ini merupakan tipe pekerjaan atau proyek yang banyak dilakukan, karena tipe proyek seperti ini menekankan pada pertimbangan konstruksi, pertimbangan pada teknologi yang praktis, dan pertimbangan pada peraturan bangunan setempat.
c. Proyek Konstruksi Teknik Sipil (Heavy Engineering Construction)
Pada proyek konstruksi teknik sipil, pemilik proyek (owner) biasanya pemerintah, baik pemerintah pusat (tingkat nasional) atau pemerintah daerah (kabupaten/kota). Pada pengerjaan proyek ini elemen desain, keuangan, dan pertimbangan hukum tetap menjadi pertimbangan penting walaupun proyek ini lebih bersifat tidak mengambil keuntungan yang banyak (nonproft) dan mengutamakan pelayanan masyarakat (public services).
d. Proyek Konstruksi Bangunan Industri (Industrial Construction)
Proyek konstruksi bangunan industri membutuhkan keahlian khusus di bidang perencanaanya, terutama menyangkut desain dan konstruksinya. Proyek ini merupakan bagian yang relatif kecil dari industri konstruksi, tetapi merupakan komponen yang penting dalam pengembangan bangunan industri. Pemilik proyek (owner) ini biasanya suatu perusahaan atau industri yang besar, seperti perusahaan minyak, perusahaan farmasi, dan perusahaan kimia.
3. Fungsi Tek nologi Konstruksi
Salah satu bentuk hasil akhir konstruksi yaitu tempat tinggal. Tempat tinggal berfungsi sebagai tempat berlindung manusia dari segala cuaca. teknologi konstruksi berfungsi untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas manusia, seperti kantor, gedung, toko, dan lapangan. Selain itu, teknologi konstruksi memiliki fungsi untuk mempermudah transportasi dan komunikasi, dalam bentuk konstruksi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta.
C. Membuat Produk Konstruksi Miniatur Rumah
1. Mengenal Bagian-bagian Dasar Rumah
a. Bagian dasar/bawah
b. Bagian tengah/ruangan rumah
c. Bagian atas/penutup rumah
2. Mengidentifikasi alat dan bahan yang dapat digunakan
Alat  penggaris, gunting, cutter, kuas.
Bahan  polistirena/styrofoam, korek api, stik eskrim, kardus, triplek,    perekat.
3. Belajar Teknik Pembuatan Miniatur Rumah
Ada dua jenis sambungan yang dikenal secara umum.
a. Sambungan Tetap (Permanent Joint)
Sambungan tetap merupakan sambungan yang bersifat tetap, sehingga tidak dapat dilepas selamanya, kecuali dengan merusaknya terlebih dahulu. Contoh sambungan ini adalah sambungan dengan paku keling (rivet joint) dan sambungan las (welded joint).
b. Sambungan Tidak Tetap (Semi Permanent)
Sambungan tidak tetap merupakan sambungan yang bersifat sementara, sehingga masih dapat dibongkar pasang selagi masih dalam kondisi normal. Contohnya: Sambungan mur-baut/ulir (screwed joint) dan sambungan pasak (keys joint).
4. Membuat Rancangan Konstruksi Miniatur Rumah
a. Rancangan Bentuk atau Sketsa
Rancangan bentuk atau sketsa merupakan sebuah gambaran bagaimana bentuk rumah yang akan dibuat.
b. Rancangan Proses Pembuatan
Rancangan ini meliputi rancangan alat dan bahan yang digunakan serta langkah kerja pembuatannya sesuai dengan gambar sketsa yang telah dibuat sebelumnya.
5. Membuat Konstruksi Miniatur Rumah
Menyiapkan alat dan bahan
Membuat miniatur rumah berdasarkan rancangan
Tahapan proses pembuatan miniatur rumah
1. Alas maket
2. Lantai
3. Dinding
4. Atap
5. Perwarnaan
6. Pemasangan
Melakukan penyelesaian akhir
Penyelesaian akhir (fnishing) diperlukan untuk mempercantik miniatur rumah. Kegiatan fnishing ini dapat dilakukan dengan menambah warna, hiasan-hiasan di sekitar rumah, menambah halaman atau menambah hal-hal lainnya yang dapat membuat miniatur rumah menjadi semakin bagus.

BUDAYA
BAB 4
Budidaya tanaman sayur
A. Jenis-Jenis Tanaman Sayuran
Indonesia sebagai daerah tropis dapat membudidayakan tanaman sayuran sepanjang tahun karena tersedianya sinar matahari yang cukup. Tanaman sayuran dapat tumbuh dengan baik di berbagai daerah di Indonesia,
1.Tomat
Tomat (Lycopersicon esculentum) merupakan tanaman perdu semusim, berbatang lemah, dan basah. Daunnya berbentuk segitiga. Buahnya hijau waktu muda dan kuning atau merah waktu tua. Perbanyakan tanaman ini umumnya dengan biji dan biasa dibudidayakan pada lahan kering. Umur panen tanaman tomat lebih kurang 55- 61 hari setelah tanam (HST).
Buah tomat banyak mengandung vitamin A dan C.
2.Bawang Merah
Bawang merah (Allium cepa) banyak dimanfaatkan untuk bumbu. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, bawang merah dimanfaatkan juga sebagai rempah dan obat. Kandungan minyak atsirinya dapat menyembuhkan beberapa gangguan kesehatan. Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan. Panen bawang merah dilakukan saat udara cerah dengan umur tanaman 65-90 HST.
3. Kangkung
Kangkung (Ipomoea reptans) termasuk sayuran daun yang mudah dibudidayakan dan populer. Kangkung dapat dipanen pada hari ke-27 setelah tanam. Pemanenan dapat dicabut langsung atau dipotong dengan menyisakan buku batang. Setelah dipotong, kangkung dapat tumbuh dan dipanen kembali.
4. Bayam
Bayam (Amaranthus sp.) termasuk sayuran dataran tinggi, tetapi dapat hidup di dataran
rendah. Bayam cabut bisa dipanen pada hari ke 25, 30 dan seterusnya hingga semua selesai
panenPrakary131
5. Sawi
Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau
bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah.Sawi dapat dipanen pada umur 40-50 hari, mulai dilakukan pada minggu ke-7 setelah tanam.
B. Sarana Produksi dan Tahapan Budi Daya Tanaman Sayuran
Sarana Produksi Budi Daya Tanaman Sayuran
a. Bahan
1) Benih atau bibit
2) pupuk
3) pestisida
4) media tanam
Media tanam bahan organik
Arang sekam
Arang sekam adalah hasil pembakaran tidak sempurna dari sekam padi (kulit gabah) yang berwarna hitam.
Kompos
Kompos merupakan zat akhir proses fermentasi tumpukan sampah/serasah tanaman.
Sabut kelapa
Sabut kelapa (coco peat) yang digunakan sebagai media tanam biasanya berasal dari
kelapa yang sudah tua karena memiliki serat yang kuat.
Media Tanam Bahan Anorganik
Gel
Gel atau hydrogel adalah kristal polimer yang biasa digunakan sebagai pengganti tanah.
Pasir
Pasir memiliki kapasitas kelembapan sangat rendah dan kandungan hara rendah.
Pecahan batu bata
Batu bata yang digunakan sebagai media sebaiknya berukuran kecil, seperti kerikil. Fungsinya agar batu bata dapat menyerap air dan unsur hara dengan baik.
Spons
Spons (floralfoam) banyak digunakan untuk budi daya tanaman hias.
Vermikulit dan perlit
Vermikulit adalah bahan anorganik steril yang berasal dari pemanasan kepingan-kepingan mika.
b. Alat
Alat pengolahan tanah berupa garpu, sekop, dan cangkul
Alat pemeliharahan tanaman gembor, sprayer, kored.
 Tahapan Budi Daya Tanaman Sayuran
a. Pembibitan
b. Pengolahan tanah/persiapan media tanam
c. Penanaman
d. Pemeliharaan
e. Pemanenan
f. Pasca panen















PENGOLAHAN
BAB 5
PENGOLAHAN BAHAN PANGAN BUAH SEGAR
MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN

Letak geografs Indonesia berada di lintas katulistiwa sehingga memiliki iklim yang baik untuk habitat hidup berbagai tanaman. Negara Indonesia yang memiliki iklim tropis membuat berbagai tanaman buah-buahan mudah tumbuh. Kandungan nutrisi dalam buah sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Secara umum, kandungan utama yang terdapat dalam buah-buahan, adalah air, vitamin dan mineral, serat, antioksidan dan karbohidrat. Dengan mengonsumsi buah-buahan kebutuhan serat oleh tubuh dapat terpenuhi. Serat berguna dalam proses pencernaan. Pada buah juga terkandung karbohidrat yang berguna sebagai sumber tenaga agar tubuh dapat melakukan aktivitas. Buah memiliki karbohidrat kompleks yang terdiri dari glukosa dan fruktosa.

A. Pengertian Buah Segar
Buah-buahan merupakan menu penting makanan sehari-hari kita, karena buah memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Secara harfah pengertian dari buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan sudah dapat dikonsumsi secara langsung.
B. Karakteristik Buah-buahan
Berdasarkan sifatnya, buah-buahan dikelompokan menjadi beberapa
golongan sebagai berikut.
1. Berdasarkan Musim Berbuahnya
a. Buah musiman adalah buah yang hanya ada di waktu musim tertentu. Pada suatu saat berbuah banyak dan pada saat lain tidak berbuah sama sekali. Contohnya buah duren, mangga, kedondong, duku, dan rambutan.
b. Buah sepanjang tahun adalah jenis buah-buahan yang tersedia sepanjang tahun. Buah ini dihasilkan dari tanaman yang berubah sepanjang tahun tidak tergantung musim. Buah yang dapat kita Buah kelapa muda dan pisang merupakan buah-buahan yang memiliki banyak manfaat. Kelapa dan pisang tidak hanya dapat dimanfaatkan buahnya, bagian pohon lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk kerajinan dan aneka olahan pangan. Di samping itu, kelapa muda dan pisang memiliki khasiat sebagai obat atau untuk menjaga kesehatan tubuh. nikmati kapan saja, yang sepanjang tahun tersedia. Contohnya nanas,pisang, pepaya, jambu air, jambu biji, markisa dan sebagainya.
2. Berdasarkan Iklim Tempat Tumbuhnya
a. Buah tropis, buah-buahan dari tanaman yang tumbuh di iklim panas atau tropis dengan suhu udara sekitar 25°C atau lebih. Contohnya pisang, pepaya, nanas, mangga, rambutan, dan durian.
b. Buah subtropis, buah dari tanaman yang tumbuh di iklim sedang atau di daerah yang mempunyai suhu udara maksimum 22°C. Contohnya apel, jeruk, stroberi, anggur, dan sebagainya.
3. Berdasarkan Proses Pematangannya
a. Buah klimaterik, yaitu buah yang setelah dipanen dapat menjadi matang hingga terjadi pembusukan. Proses pematangan buah dalam fase klimaterik ditandai dengan perubahan warna, tekstur dan bau buah. Contohnya pisang, mangga, pepaya, jambu biji, apel dan sebagainya.
b. Buah non klimaterik, yaitu buah yang setelah dipanen tidak akan mengalami proses pematangan tetapi langsung ke arah pembusukan. Contohnya semangka, anggur, jambu air, dan nanas.
C. Kandungan dan manfaat buah-buahan
Berikut ini kandungan dan manfaat dari beberapa buah-buahan.
1.  Jambu biji (Psidium guajava) kaya akan kandungan dan manfaat. Jambu biji memiliki vitamin C empat kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Vitamin C berfungsi melancarkan kerja otak dan peredaran darah. Selain itu, jambu biji mengandung antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dan menangkal kanker. Kandungan serat yang tinggi mampu memperlancar proses percernaan.
2. Avokad(Avocado) memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Kandungan lemak nabati yang tinggi dan tak jenuh bermanfaat untuk menurunkan kolestrol LDL (kolestrol jahat) sehingga berguna untuk mencegah stroke, penyakit jantung, darah tinggi dan kanker. Lemak tak jenuh pada avokad juga mengandung zat anti jamur, anti bakteri dan mampu mengurangi nafsu makan sehingga tidak menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kandungan vitamin A dan E pada buah avokad sangat baik untuk kesehatan mata dan menghaluskan kulit, menghilangkan kerutan, dan membuat kulit tampak lebih muda.
3. Pepaya(Carica papaya) tumbuh sepanjang tahun dan kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. sangat bermanfaat untuk melancarkan percernaan. Pepaya memiliki kadar postasium, vitamin C yang tinggi dan vitamin A yang sangat baik untuk mencegah penyakit flu, pilek, dan sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Pepaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena memiliki kandungan antioksidan seperti korten, flavonoid, folat dan asam pantotenat.
4. Belimbing
Belimbing (Averrhoa Carambola) rasanya manis segar dan berbentuk bintang jika dipotong. Kandungan gizi belimbing memiliki banyak vitamin C dan serat yang cukup besar, vitamin A, E dan B kompleks. Kandungan pada buah belimbing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan antara lain meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C yang tinggi, melindungi tubuh dari radikal bebas dengan adanya antioksidan alami. Belimbing dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi dan mengatasi penyakit batuk.
D. Teknik Pengolahan Pangan
1. Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat)
Teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya.
teknik pengolahan pangan panas basah :
a. Teknik Merebus (Boiling) adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih.
b. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (Poaching) ialah cara memasak bahan
makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92° - 96°C).
c. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (Braising) adalah teknik merebus bahan
makanan dengan sedikit cairan (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan.
d. Teknik Menyetup/Menggulai (Stewing) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang.
e. Teknik Mengukus (Steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih.
f. Teknik Mendidih (Simmering) adalah teknik memasak bahan makanan dengan
saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, kemudian api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, di mana di permukaannya muncul gelembung–gelembung kecil.
g. Teknik Mengetim
Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran, Salah satu panci berukuran lebih kecil.
2. Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry Heat Cooking)
teknik pengolahan pangan panas kering :
a. Teknik Menggoreng dengan Minyak Banyak (Deep Frying) adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/ lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy).
b. Teknik Menggoreng dengan Minyak Sedikit (Shallow Frying) adalah mengolah bahan makanan atau proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada wajan datar.
c. Teknik Menumis (Sauteing) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah.
d. Teknik Memanggang (Baking) adalah pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air.
Metode memanggang
1. Memanggang kering
2. Memanggang dalam oven menambah kelembapan
3. Memanggang dalam oven dengan menggunakan 2 wadah
e. Teknik Membakar (Grilling) adalah teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau diatas panci dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung.
3. Teknik Pengolahan Pangan Lainnya
Menghaluskan.
Mencampur.
Menyaring/memeras.
Tidak dimasak.
Pengolahan pangan adalah teknologi yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selaku konsumen.
Peran teknologi pengolahan pangan dalam bentuk perancangan produk, pengolahan bahan baku, tindak pengawetan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran serta distribusi produk ke konsumen.
Setiap hari perlu mengonsumsi agar asupan kebutuhan nutrisi cukup bagi kesehatan tubuh kita.
Kandungan nutrisi yang utama dalam buah-buahan adalah air, vitamin dan mineral, serat, antioksidan, dan karbohidrat.
Kandungan vitamin dan mineral pada buah berguna untuk mengatur berbagai proses dalam tubuh, membantu pembentukan energi, serta proses berpikir.
Pengertian dari buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan sudah dapat dikonsumsi secara langsung.
Berdasarkan sifatnya buah-buahan dikelompokan menjadi beberapa golongan yaitu berdasarkan musim berbuahnya, iklim tempat tumbuhnya, dan proses pematangannya.
Sifat buah-buahan berdasarkan musim berbuahnya meliputi buah musiman dan buah sepanjang tahun.
Sifat buah-buahan berdasarkan iklim tempat tumbuhnya meliputi buah tropis dan buah sub tropis.
Berdasarkan proses pematangannya, sifat buah-buahan meliputi buah klimaterik dan buah nonklimaterik.
Teknik dasar pengolahan dibedakan menjadi dua yaitu, teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking).
Teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkan makanannya dengan tidak melebihi suhu didih. Teknik pengolahan pangan panas basah antara lain teknik merebus (boiling), teknis merebus menutup bahan pangan (poaching), teknik merebus dengan sedikit cairan (braising), teknik menyetup/menggulai (stewing), teknik mengukus (steaming), teknk mendidih (simmering), teknik mengetim.
Teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking) mengolah pangan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik pengolahan pangan panas kering terdiri atas teknik menggoreng dengan minyak banyak (deep frying), teknik menggoreng dengan minyak sedikit (shallow frying), teknik menumis (sauting), teknik memanggang (baking), teknik membakar (baking).
Tahapan pembuatan pengolahan pangan yaitu perencanaan meliputi identifkasi kebutuhan dan ide gagasan; pelaksanaan meliputi persiapan dan proses pembuatan, penyajian dan pengemasan, serta evaluasi.
Fungsi kemasan yang utama adalah untuk melindungi produk dari kontaminasi bahan-bahan berbahaya dan mikroba di lingkungan agar aman saat dikonsumsi dan mempunyai waktu simpan yang cukup lama.
Dalam melakukan pembuatan pengolahan makanan dan minuman perlu memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan.

BAB 6
Pengolahan Bahan Pangan Hasil Samping Buah Menjadi Produk Pangan
Bahan pangan hasil samping buah adalah bahan samping yang dihasilkan dari tanaman buah, selain buah yang merupakan bahan pangan utama. Setiap tanaman buah memiliki hasil samping buah seperti kulit buah, biji buah, daun, dan jantung buah yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hasil samping buah ada yang berupa limbah yang hanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, ada yang berupa bahan dasar kerajinan dan ada pula yang masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Bahan pangan buah yang hasil sampingnya dapat diolah menjadi produk pangan, selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh juga dapat menghasilkan ekonomi. Karakteristik berdasarkan sifat alami dari dinding buah (kulit/hasil samping) yaitu berry, hespiridium, drupa, pome, dan pepo. Contoh olahan pangan hasil samping buah yaitu jantung pisang dapat diolah menjadi sayur lodeh, acar, urap, gulai, tumis, dan abon. Kulit buah manggis dapat diolah menjadi minuman jus, pil ekstrak, dan minuman teh. Kulit jeruk yang dihasilkan diolah menjadi manisan, sebagai bahan pendukung masakan dan kalua dari kulit jeruk bali. Kulit pisang dapat diolah menjadi bahan pangan selai kulit pisang, kerupuk kulit pisang, es krim kulit pisang, dan tepung kulit pisang Teknik dasar pengolahan dibedakan menjadi dua, yaitu teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking). Teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) menggunakan
bahan dasar cairan untuk mematangkan makanannya dengan tidak melebihi suhu didih. Yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah antara lain teknik merebus (boiling), teknis merebus menutup bahan pangan (poaching), teknik merebus dengan sedikit cairan (braising), teknik menyetup/menggulai (stewing), teknik mengukus (steaming), teknk mendidih (simmering), teknik mengetim. Teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking) adalah teknik mengolah pangan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik ini terdiri atas teknik menggoreng dengan minyak banyak (deep frying), teknik menggoreng dengan minyak sedikit (shallow frying), teknik menumis (sauting), teknik memanggang (baking), dan teknik membakar (baking). Setiap teknik pengolahan pangan digunakan sesuai dengan kebutuhan olahan pangan yang akan dibuat. Tidak semua teknik pengolahan akan digunakan untuk satu olahan pangan. Tampilan dari penyajian dan pengemasan akan memberikan karakter pada olahan pangan dan memberikan prospek
ekonomi yang menguntungkan. Kreativitas dalam penyajian dan pengemasan harus selalu digali untuk dapat menciptakan wadah penyajian dan kemasan yang inovatif.

Karakteristik Hasil Samping Buah
Karakteristik berdasarkan sifat alami dari dinding buah (kulit/hasil samping) sebagai berikut.
1. Berry, yaitu lapisan kulit luar tipis sedangkan lapisan tengah dan dalamnya menyatu. Contoh stroberi, anggur, plum, cerry dan jambu biji.
2. Hespiridium, yaitu buah dengan tiga lapisan dinding buah, dimana lapisan kulit luar tebal dan mengandung zat warna, lapisan tengahnya serupa jaringan yang keputih-putihan, serta lapisan dalam banyak mengandung gelembung berisi cairan jus di dalamnya dengan biji-biji yang tersebar. Contohnya jeruk, jeruk lemon, jeruk nipis.
3. Drupa, memiliki tiga lapisan dinding buah, dimana lapisan luar umumnya tipis dan akan terlihat jelas saat buah matang, lapisan tengah merupakan daging buah atau berserabut, dan lapisan dalam merupakan pelindung yang keras bagi bji. Contohnya buah mangga, gandaria dan kelapa.
4. Pome, yaitu lapisan luar tipis, lapisan tengah merupakan daging buah dan lapisan dalam seperti kertas yang berfungsi untuk melindungi biji. Contoh jenis ini adalah apel, pir, delima.
5. Pepo, yaitu lapisan kulit luar tebal dan keras, lapisan tengah dan lapisan dalam menyatu membentuk daging buah, dan pada ruangan buah berisi biji-bijian dalam jumlah yang besar. Pepo merupakan berry termodifikasi. Contohnya buah melon, semangka, labu kuning.

Rangkuman PPKN

Rangkuman PPKN
BAB 1
Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
a. Sidang pertama BPUPKI berlangsung mulai tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 membahas rancangan dasar negara. Ada tiga tokoh yang mengusulkan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
b. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan usulan dasar negara Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila.
c. Setelah selesai sidang pertama BPUPKI, dibentuk Panitia Kecil yang dikenal dengan Panitia Sembilan. Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan menyepakati naskah Piagam Jakarta yang berisi rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar.
d. Sidang kedua BPUPKI berlangsung mulai tanggal 10 Juli sampai dengan 16 Juli 1945, menghasilkan kesepakatan rumusan dasar negara yang termuat dalam naskah Piagam Jakarta.
e. Semangat kebangsaan merupakan semangat yang tumbuh dalam diri warga negara untuk mencintai serta rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Pada pendiri negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara telah
menunjukkan komitmen kebangsaan.
f. Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final. Bersifat final karena telah menjadi kesepakatan nasional (konsensus) yang diterima secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia.
Muhammad Yamin mengusulkan secara lisan lima dasar bagi negara
Indonesia merdeka, yaitu sebagai berikut.
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Sosial
Setelah selesai berpidato, Muhammad Yamin menyampaikan konsep
mengenai dasar negara Indonesia merdeka secara tertulis kepada ketua
sidang, konsep yang disampaikan berbeda dengan isi pidato sebelumnya. Asas
INFO
Kewarganegaraan
UUD Negara
Republik Indonesia
Tahun 1945 telah
mengalami empat
kali perubahan
(amandemen) secara
bertahap oleh MPR
RI, yaitu pada tahun
1999, 2000, 2001
dan 2002.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 7
dan dasar Indonesia merdeka secara tertulis menurut
Muhammad Yamin adalah sebagai berikut.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan pidatonya tentang dasar negara. Menurut Soepomo, dasar negara Indonsia merdeka adalah sebagai berikut.
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Soepomo juga menekankan bahwa negara Indonesia merdeka bukanlah negara yang mempersatukan dirinya dengan golongan terbesar dalam masyarakat dan tidak mempersatukan dirinya dengan golongan yang paling kuat (golongan politik atau
ekonomi yang paling kuat). Akan tetapi mengatasi segala golongan dan segala paham perorangan, mempersatukan diri dengan segala lapisan rakyat.
Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 menyampaikan pidato tentang dasar negara Indonesia merdeka. Usulannya berbentuk philosophische grondslag atau weltanschauung. Philosophische Grondslag atau Weltanschauung adalah fundamen, flsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan Indonesia merdeka yang kekal dan abadi. Negara Indonesia yang kekal abadi itu dasarnya adalah Pancasila. Rumusan dasar negara yang diusulkan olehnya adalah sebagai berikut.
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
disepakati rumusan konsep dasar negara yang tercantum dalam rancangan mukadimah hukum dasar. Naskah ini memiliki banyak persamaan dengan Pembukaan UUD 1945. Adapun bunyi lengkap naskah mukadimah hukum dasar adalah sebagai berikut.
”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia Merdeka yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Dengan demikian, rumusan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bab 2
Norma dan Keadilan
a. Norma adalah kaidah, aturan atau adat kebiasaan dan/atau hukum yang berlaku dalam masyarakat.
b. Norma yang dibuat oleh negara berupa peraturan tertulis, sedangkan norma yang berkembang dalam masyarakat berupa aturan tidak  tertulis.
c. Ada empat norma yang digunakan sebagai kaidah atau aturan yang berlaku dalam masyarakat. Keempat norma tersebut adalah :
(1) norma agama,
(2) norma kesusilaan,
(3) norma kesopanan, dan
(4) norma hukum.
d. Negara Republik Indonesia adalah negara yang melaksanakan norma hukum. Hal itu dapat kita lihat dalam Pasal 1 ayat (3) UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi ”Negara Indonesia adalah negara hukum” dan pasal 27 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi ”Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum
dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”.
e. Keadilan adalah memperlakuan diri sendiri dan orang lain sesuai dengan apa yang menjadi haknya. Keadilan hukum diwujudkan dengan terlindunginya hak-hak warga negara dan adanya hukuman yang tegas dan nyata terhadap anggota masyarakat yang melanggar norma hukum.
f. Untuk tegaknya keadilan, pemberian hukuman dilakukan oleh lembaga peradilan. Masyarakat tidak boleh melakukan tindakan main hakim sendiri.
Menurut Roscoe Pound, dalam masyarakat terdapat tiga kategori kepentingan yang dilindungi (norma) hukum, yaitu sebagai berikut.
a. Kepentingan umum, terdiri atas : (1) kepentingan negara sebagai badan hukum untuk mempertahankan kepribadian dan substansinya, contohnya mempertahankan diri dari serangan negara lain; (2) kepentingan negara sebagai penjaga kepentingan-kepentingan masyarakat, contohnya menjaga fasilitas-fasilitas publik/umum dan kestabilan ekonomi.
b. Kepentingan masyarakat, terdiri atas : (1) kepentingan masyarakat bagi keselamatan umum, contohnya perlindungan hukum bagi keamanan dan ketertiban;
 (2) kepentingan masyarakat dalam jaminan lembaga-lembaga sosial, contohnya perlindungan lembaga perkawinan atau keluarga;
(3) kepentingan masyarakat dalam kesusilaan untuk melindungi kerusakan moral, contohnya peraturan-peraturan hukum tentang pemberantasan korupsi; (4)kepentingan masyarakat dalam pemeliharaan sumber-sumber sosial; (5) kepentingan masyarakat dalam kemajuan umum untuk berkembangnya manusia ke arah lebih tinggi dan sempurna;
(6) kepentingan masyarakat dalam kehidupan manusia secara individual, misalnya perlindungan kebebasan berbicara. c. Kepentingan pribadi, terdiri atas :
 (1) kepentingan-kepentingan pribadi, contohnya perlindungan terhadap fsik, kehendak, berpendapat, keyakinan beragama, hak milik ; (2) kepentingan-kepentingan dalam rumah tangga, contohnya perlindungan bagi lembaga perkawinan;
(3) kepentingan-kepentingan substansi, contohnya perlindungan harta benda. (Donald Albert Rumokoy dan Frans Maramis, 2014:44-47).

Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang berkenaan dengan bisikan kalbu dan suara hati nurani manusia.
norma kesopanan adalah norma yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Norma agama adalah sekumpulan kaidah atau peraturan hidup manusia yang sumbernya dari wahyu Tuhan.
Norma hukum adalah peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat dan dibuat oleh badan-badan resmi negara serta bersifat memaksa sehingga perintah dan larangan dalam norma hukum harus ditaati oleh masyarakat.
Agar segala perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan dan ketidaktertiban dalam masyarakat, dibuatlah peraturan atau norma. Fungsi
aturan dalam masyarakat antara lain :
1. Pedoman dalam bertingkah laku.
 Norma memuat aturan tingkah laku masyarakat dalam pergaulan sosial.
2. Menjaga kerukunan anggota masyarakat.
Norma mengatur agar perbedaan dalam masyarakat tidak menimbulkan kekacauan atau
ketidaktertiban.
3. Sistem pengendalian sosial.
Tingkah laku anggota masyarakat diawasi dan dikendalikan oleh aturan yang berlaku.
Pasal 1 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa ”Negara Indonesia adalah negara hukum”. Apa yang dimaksud dengan negara hukum? Pelajari beberapa pendapat berikut.
1. Negara hukum adalah negara yang mendasarkan segala sesuatu, baik tindakan maupun pembentukan lembaga negara pada hukum tertulis atau tidak tertulis.
2. Menurut A.V. Dicey, negara hukum mengandung tiga unsur berikut ini.
a. Supremacy of law. Dalam arti tidak boleh ada kesewenang-wenangan sehingga seseorang warga harus dihukum jika melanggar hukum. 48 Kelas VII SMP/MTs
b. Equality before of law. Setiap orang sama di depan hukum tanpa melihat status dan kedudukannya, baik bagi rakyat maupun pejabat.
c. Human rights. Diakui dan dijaminnya hak-hak asasi manusia dalam undang-undang atau keputusan pengadilan.
Secara garis besarnya fungsi norma hukum adalah sebagai berikut.
1. Fungsi hukum memberikan pengesahan (legitimasi) terhadap apa yang berlaku dalam masyarakat.
2. Fungsi hukum sebagai alat rekayasa masyarakat.
3. Fungsi hukum sebagai sarana pembentukan masyarakat, khususnya sarana pembangunan.
4. Fungsi hukum sebagai senjata dalam konflik sosial (Donald Albert Rumokoy dan Frans Maramis, 2014:36:38).

Nilai-nilai keadilan harus terwujud dalam kehidupan bersama adalah
sebagai berikut.
a. Keadilan distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara negara terhadap warganya, dalam arti pihak negara yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi, dalam bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi dan kesempatan hidup bersama yang didasarkan atas hak dan kewajiban.
b. Keadilan legal, yaitu hubungan keadilan antara warga negara terhadap negara dan pihak warga negara wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Keadilan komutatif, yaitu suatu hubungan keadilan antara warga satu dengan yang lainnnya secara timbal balik (Kaelan, 2004 :83).

Penjatuhan hukuman bagi pelanggar norma hukum dapat dipandang sebagai bagian dari proses koreksi dan pemasyarakatan sehingga orang yang dihukum menjadi orang baik lagi sebelum kembali lagi ke tengahtengah kehidupan. Dijatuhkannya hukuman secara ilmiah mempunyai dasar pembenarannya, yaitu untuk kepentingan sebagai berikut.
a. Pembalasan atas kesalahan.
b. Penjeraan, baik yang bersifat untuk umum ataupun untuk pelaku.
c. Rehabilitasi.
d. Menyebabkan tidak dapat lagi melakukan kesalahan.
e. Mengisolasi pelaku untuk mencegahnya melakukan lagi kesalahan yang membahayakan orang lain (Jimly Asshiddiqie, 2015 :36-37).
Norma hukum memiliki sifat yang mengatur dan memaksa dengan tujuan untuk menciptakan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketataan adalah sikap patuh pada aturan yang berlaku. Kepatuhan harus muncul dari dorongan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik.
Sikap patuh terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bukan lahir karena keadaan terpaksa, takut dikenakan sanksi atau karena kehadiran aparat penegak hukum. Kepatuhan harus muncul dari dorongan tanggung jawab kalian sebagai warga negara yang baik.
Sikap patuh akan muncul pertama kali dalam diri sendiri apabila sudah menjadi kesadaran. Kesadaran diri akan arti penting, tujuan dan fungsi norma
dalam kehidupan akan mendorong seseorang terbiasa untuk mematuhi norma-norma yang berlaku. Munculnya kesadaran diri untuk patuh pada
norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat harus dibiasakan sejak dini. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kalian membina sikap dan budaya sebagai berikut.
a. Budaya malu, yaitu sikap malu jika melanggar aturan. Misalnya, malu
datang terlambat hadir di sekolah.
b. Budaya tertib, yaitu membiasakan bersikap tertib di mana pun kalian
berada. Misalnya, mengikuti antrian sesuai dengan nomor antrian.
c. Budaya bersih, yaitu sikap untuk berkata dan berperilaku jujur dan bersih
dari tindakan-tindakan kotor. Misalnya tidak menyontek ketika ulangan
atau ujian.
Ada beberapa penyebab kesadaran terhadap kepatuhan pada norma-norma dalam kehidupan masih rendah, yaitu sebagai berikut.
a. Faktor pribadi, yaitu berkaitan atau sifat dan karakter dalam diri sendiri yang belum memiliki kesadaran berlaku taat aturan.
b. Faktor lingkungan, yaitu pengaruh lingkungan kehidupan baik keluarga maupun masyarakat yang belum memberikan daya dukung terhadap pembentukan watak patuh pada aturan. Misalnya, karena kurangnya perhatian dari orangtua, pergaulan dengan teman sebaya yang tingkah lakunya kurang baik, atau tinggal di lingkungan yang kurang teratur dan kumuh.
BAB 3
Perumusan dan Pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

a. Perumusan UUD 1945 oleh BPUPKI dilaksanakan dalam sidang kedua tanggal 10 sampai dengan 16 Juli 1945. BPUPKI membentuk 3 (tiga) Panitia Kecil untuk membahas dan mempersiapkan perumusan Undang- Undang Dasar.
b. Hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 :
(1) Mengesahkan UUD 1945;
(2) Memilih Ir Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden;
(3) Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.
c. Sistematika UUD 1945 sebelum perubahan adalah :
(1) Pembukaan, terdiri dari 4 alinea;
(2) Batang Tubuh, terdiri dari 16 bab, 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan, 2 ayat aturan tambahan;
(3) Penjelasan, terdiri dari penjelasan umum dan pasal demi pasal Sedangkan sistematika setelah perubahan UUD NRI 1945 adalah :
(a) Pembukaan, terdiri dari 4 alinea.
(b) Pasal-pasal, terdiri dari 21 bab, 73 pasal, 3 pasal aturan peralihan, 2 ayat aturan tambahan.
d. Semangat dan komitmen pendiri negara pada perumusan dan pengesahan UUD 1945 antara lain mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, persatuan dan kesatuan, rela berkorban, cinta tanah air, dan musyawarah mufakat.

Negara Indonesia menganut paham konstitusionalisme sebagaimana ditegaskan dalam pasal 1 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Konstitusi adalah hukum dasar yang dijadikan pegangan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
Ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, belum memiliki Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 ditetapkan oleh PPKI pada hari Sabtu 18 Agustus 1945.
Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar, pada tanggal 13 Juli 1945 berhasil membahas beberapa hal dan menyepakati antara lain ketentuan tentang Lambang Negara, Negara Kesatuan, sebutan Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan membentuk Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Djajadiningrat, Salim, dan Soepomo. Rancangan Undang-Undang Dasar diserahkan kepada Panitia Penghalus Bahasa. Pada tanggal 14 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang dengan agenda ”Pembicaraan tentang pernyataan kemerdekaan”. Panitia Perancangan Undang-undang Dasar melaporkan hasilnya. Pasal-pasal dari rancangan UUD berjumlah 42 pasal. Dari 42 pasal tersebut, ada 5 pasal masuk tentang aturan peralihan dengan keadaan perang, serta 1 pasal mengenai aturan tambahan.

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menggantikan BPUPKI melaksanakan sidang, yakni pada tanggal 18 Agustus 1945. Ir. Soekarno, sebagai Ketua PPKI, dalam sambutan pembukaan sidang dengan penuh harapan mengatakan sebagai berikut (Sekretariat
Negara Republik Indonesia, 1995 :413). ”Saya minta lagi kepada Tuan-tuan sekalian,
supaya misalnya mengenai hal Undang-Undang Dasar, sedapat mungkin kita mengikuti garisgaris besar yang telah dirancangkan oleh Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai dalam sidangnya yang kedua. Perobahan yang penting-penting saja kita adakan dalam sidang kita sekarang ini. Urusan yang kecil-kecil hendaknya kita ke sampingkan, agar supaya kita sedapat mungkin pada hari ini pula telah selesai dengan pekerjaan
menyusun Undang-Undang Dasar dan memilih Presiden dan Wakil Presiden.”

Suasana permufakatan dan kekeluargaan, serta kesederhanaan juga
muncul pada saat pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden. Risalah sidang
PPKI mencatat sebagai berikut (Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995
:445-446).
INFO
Kewarganegaraan
Soepomo :
” …Undang-Undang Dasar Negara dimanapun tidak dapat dimengerti sungguh-sungguh maksudnya Undang-Undang Dasar Negara, kita harus mempelajari juga bagaimana teks itu, harus diketahui keteranganketerangannya dan juga harus diketahui dalam suasana apa teks itu dibikin... ”
Anggota OTTO ISKANDARDINATA :
Berhubung dengan keadaan waktu saya harap supaya pemilihan Presiden ini diselenggarakan dengan aklamasi dan saya majukan sebagai calon, yaitu Bung Karno sendiri. (Tepuk tangan)
Ketua SOEKARNO :
Tuan-tuan banyak terima kasih atas kepercayaan Tuan-tuan dan dengan ini saya dipilih oleh Tuan-tuan sekalian dengan suara bulat menjadi Presiden Republik Indonesia. (Tepuk tangan). (Semua anggota berdiri dengan menyanyi lagu Indonesia Raya. Sesudahnya diserukan ”Hidup Bung Karno” 3x)
Anggota OTTO ISKANDARDINATA :
Pun untuk memilih Wakil Kepala Negara Indonesia saya usulkan cara yang baru ini dijalankan. Dan saya usulkan Bung Hatta menjadi Wakil Kepala Negara Indonesia. (Tepuk tangan) (Semua anggota berdiri dengan menyanyi lagu Indonesia Raya. Sesudahnya diserukan ”Hidup Bung Hatta” 3x) Dalam persidangan PPKI tanggal 18 Agustus 1945, di hasilkan keputusan sebagai berikut.
a. Mengesahkan UUD 1945.
b. Menetapkan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai
wakil presiden Republik Indonesia.
c. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.
Sidang PPKI telah melakukan beberapa perubahan rumusan pembukaan
UUD naskah Piagam Jakarta dan rancangan batang tubuh UUD hasil sidang
kedua BPUPKI. Empat perubahan yang disepakati tersebut antara lain
sebagai berikut.
a. Kata Mukaddimah diganti dengan kata Pembukaan.
b. Sila pertama, yaitu Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at
Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti dengan rumusan ”Ketuhanan
Yang Maha Esa.”
c. Perubahan pasal 6 UUD yang berbunyi ”Presiden ialah orang Indonesia
asli yang beragama Islam” menjadi ”Presiden ialah orang Indonesia
asli.”
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 71
d. Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi ”Negara berdasar atas Ketuhanan
dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
diganti menjadi pasal 29 UUD 1945 yang berbunyi ”Negara berdasar atas
Ketuhanan Yang Maha Esa.


Fungsi konstitusi dapat dirinci sebagai berikut.
1. Penentu dan pembatas kekuasaan negara.
2. Pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara.
3. Pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara dengan warga negara.
4. Pemberi atau sumber legitimasi terhadap kekuasaan negara ataupun kegiatan penyelenggaraan kekuasaan negara.
5. Penyalur atau pengalih kewenangan dari sumber kekuasaan yang asli (rakyat) kepada organ negara.
6. Simbolik sebagai pemersatu.
7. Simbolik sebagai rujukan identitas dan keagungan kebangsaan.
8. Simbolik sebagai pusat upacara.
9. Sarana pengendalian masyarakat.
10. Sarana perekayasaan dan pembaruan masyarakat.

Rangkuman PJOK

Rangkuman PJOK
BAB 1
Aktivitas Permainan Bola Besar
Pengertian dan Asal-Usul Permainan Sepakbola
Sepakbola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola kian-kemari untuk diperebutkan di antara pemain-pemain, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan bola. Sepakbola merupakan permainan beregu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain. Biasanya permainan sepakbola dimainkan dalam dua babak (2x45 menit) dengan waktu istirahat 10 menit di antara dua babak tersebut. Pada tanggal 26 Oktober 1863 didirikan sebuah badan yang disebut “English Football Assosiation”. Kemudian tanggal 8 Desember 1863 lahirlah peraturan permainan sepakbola modern yang disusun oleh badan tersebut yang dalam perkembangannya mengalami perubahan. Atas inisiatif Guerin (Perancis) pada tanggal 21 Mei 1904 berdirilah federasi sepakbola internasional dengan nama “Federation International de Football Assosiation” (FIFA). Atas inisiatif Julies
Rimet pada tahun 1930 diselenggarakan kejuaraan dunia sepakbola pertama di Montevideo, Uruguay. Kejuaraan sepakbola dunia diadakan 4 tahun sekali. Pada tanggal 19 April 1930 dibentuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta dengan dukungan seluruh bond-bond. Pengurus PSSI pertama kali diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepakbola tingkat taruna remaja dengan nama “Piala Soeratin” (Soeratin Cup).
Cara bermain sepak bola yang dimodifikasi ialah :
1) Jumlah pemain 12 orang (untuk 2 tim) masing-masing 6 pemain/tim.
2) Pada garis lapangan dipasang gawang atau tiang bendera kecil.
3) Lapangan yang dapat digunakan adalah yang memilikigaris tengah.
4) Tiap menempatkan 3 pemain penyerang pada daerah lapangan lawan 2 pemain bertahan pada daerah lapangan sendiri.
5) Setiap pemain berusaha mempertahnkan gawangnya dan melakukan serangan.
6) Pemain bertahan dan penyerang hanya boleh bergerak di daerah yang ditempatinya.
7) Bila pemain bertahan dapat merebut bola segera berikan operan pada temanya yang ada didaerah lawan.
8) Tim dianggap menang apabila dapat memasukan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin.
9) Waktu permaian untuk setiap tim 5-10 menit.

Pengertian dan Asal-Usul Bolavoli
Permainan bolavoli adalah suatu cabang olahraga yang dilakukan dengan mem-volley bola di udara hilir mudik di atas jaring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. Mem-volley dan memantulkan bola ke udara dapat
mempergunakan bagian tubuh mana saja (asalkan sentuhan/pantulannya harus sempurna).
Pada mulanya bolavoli dimainkan untuk aktivitas rekreasi, bagi para usahawan. Permainan bolavoli berkembang dan menjadi populer di daerah pariwisata dan dilakukan di lapangan terbuka, di Amerika Serikat pada musim panas. Selanjutnya berkembang ke Kanada. melalui gerakan internasional
YMCA, permainan bolavoli meluas ke negara lainnya, yaitu Kuba (tahun 1905), Puerto Rico (tahun 1909), Uruguay (tahun 1912), dan Cina serta Jepang (tahun 1913). Di Indonesia permainan bolavoli berkembang sangat pesat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. dengan dasar itulah, maka pada tanggal 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional bolavoli yang pertama. Pertandingan bolavoli masuk acara resmi dalam PON II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta. Setelah tahun 1962 perkembangan bolavoli seperti jamur tumbuh di musim hujan.

Cara bermain boal voli yang dimodifikasi adalah
1) Tiap regu 3-4 orang
2) Net ditengah lapangan dengan ketinggian 1,5-2 m
3) Kedua regu membuat formasi berbanjar dan saling berhadapan
4) Salah satu regu melemparkan bola kelapangan lawan
5) Kemudian regu lawan berusaha mengembalikan dengan menggunakan passing atas
6) Pemain yang telah passing bola kemudian berlari kelapangan lawan
7) Lakukan aktivitas pembelajaran ini berulang secara bergantian
8) Bola tidak boleh menyentuh tali atau terjatuh
9) Rasakan perkenaan bola dengan telapak tanganmu dan tenaga yang disalurkan sehingga bola dapat memantul dengan baik

Pengertian dan Asal-Usul Bolabasket
Tujuan permainan bolabasket adalah memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak kemasukkan bola. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan teknik gerakan dengan baik. Gerakan yang baik menimbulkan efisiensi kerja dan berkat pembelajaran yang teratur mendapatkan efektivitas yang baik pula. Permainan bolabasket yang kita kenal sekarang ini diciptakan oleh Dr. James A. Naismith pada tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Dr. Luther menganjurkan kepada Dr. Naismith untuk menciptakan permainan baru yang dapat dimainkan di dalam gedung, mudah dimainkan, mudah dipelajari dan menarik.
Pada tahun 1924 permainan bolabasket didemonstrasikan pada olimpiade di Perancis. Pada tanggal 21 Juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, direktur sekolah olahraga di Jeneva diadakan konferensi bolabasket. Dalam konferensi ini terbentuklah Federasi Bolabasket Internasional yang diberi nama Federation Internationale de Basketball Amateur (FIBA). Pada tahun 1936 untuk pertama kali permainan bolabasket dipertandingkan dalam olimpiade di Jerman, yang diikuti oleh 21 negara.
Permainan bolabasket masuk ke Indonesia setelah Perang Dunia ke-II dan dibawa oleh para perantau Cina. Pada PON I di Surakarta bolabasket telah masuk dalam acara pertandingan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Pada tahun 1953 PERBASI diterima menjadi anggota FIBA. Pada tahun 1955 perpanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap PERBASI.
Permainan bola basket merupakan permainan yang gerakanya sangat kompleks yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, serta unsur kekuatan, kecepatan, ketepatan, kelentukan, dll

BAB 2
Permainan Bola Kecil

Pengertian Permainan Kasti
Permainan kasti merupakan olahraga permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 12 orang pemain. Permainan ini dimainkan di lapangan berbentuk empat
persegi panjang yang dibatasi oleh garis batas dengan lebar 5 cm atau menggunakan tali tambang. Sebagai alat permainan menggunakan bola kasti dan kayu pemukul. Unsur keterampilan teknik dasar permainan, yaitu memukul, melambungkan bola, menangkap bola, melempar bola, berlari, taktik
dan strategi, dan peraturan permainan.
Peraturan permainan bola kasti
1) jumlah pemain 12 orang  tiap tim (seorang menjadi ketua/kapten regu)
2) waktu permainan 2X30 menit dibagi menjadi 2 babak diselingi waktu istirahat(10 menit)
3) cara mendapatkan angka
setiap pemukul yanng berhasil berlari menuju tiang hinggap I, II, dan III lalu kembali keruang bebas akan mendapat nilai satu.
Apabila pukulan berhasil dengan baik dan pemukul secara langsung dapat kembali keruang bebas akan mendapat nilai 2
Apabila regu penjaga dapat menangkap bola langsung dengan baik maka mendapat nilai 1 untuk regu penjaga
4) Penentuan pemenang adalah regu yang mendapat nilai terbanyak
5) Setiap pertadingan kasti dipimpin oleh wasit dan dibantu oleh 3 penjaga garis, 1 orang pencatat nilai dan mencatat waktu
6) Pergatian tepat dapat dilakukan apabila regu pemukul terkena lemparan
7) Kesempatan memukul  untuk setiap  pemukul 1X, kecuali pemekul terakhir
8) 3 X

Pengertian dan asal usul permainan bulu tangkis
Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulu tangkis dapat dimainkan didalam maupun diluar lapangan. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis
raket pemukul –raket yang berat dibagian atas (kepala)
                                        raket yang berat dibagian pegangan (handle)
                                        raket yang seimbang cocok untuk pemain (allround)
                                       bahan raket
                                                        terbuat dari kayu seluruhnya
terbuat dari kayu dan aluminium

terbuat dari aluminium seluruhnya
terbuat dari fiberglass
                                                terbuat dari arang (karbonex)
shuttlecock – terdiri dari bagian kepala dan bulu terdiri dari 14-16 helai bulu yang ditancapkan pada gabus yang bergaris 25-28 mm diameter bagian atas shuttlecock 54-56 mm .
pengertian dan asal usulnya tenis meja
tenis meja merupakan cabang olahraga yang dimmainkan didalam gedung (indoorgame) oleh 2-4 pemain cara memainkanya dengan menggunakan net yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring diatas meja yang dikaitkan pada 2 tiang jaring, lebih dikenal dengan istilah pingpong, tenis meja berasal dari Eropa. Raket tenis meja disebut bet.
BAB 3
Atletik
Pengertian dan Asal-usul Atletik
Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “athlon atau athlum” artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan “athleta” (atlet). Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingan/ diperlombakan yang meliputi nomor jalan, lari,
lompat, dan lempar.
Istilah “athletic” dalam bahasa Inggris dan atletik dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan, termasuk renang, bolabasket, tenis, sepakbola, senam dan lain-lain.
1. Jalan cepat
Jalan cepat tidak diperkenankan langkah melayang atau membuat  lompatan. Menurut aturan kaki pejalan cepat harus tetap diatas tanah sekurang-kurangnya satu kaki harus tetap menginjak tanah.
Perbedaan antara Jalan Cepat dan Lari
Secara awam gerakan jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan badan ke depan dengan langkah-langkah kaki.
Perbedaan jalan cepat dan lari adalah sebagai berikut.
Jalan cepat : pada gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang kontak dengan tanah. Artinya, setiap saat salah satu kaki selalu kontak tanah.
Lari : Dalam gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Artinya, pada saat tertentu kedua kaki lepas atau tidak menyetuh/ menginjak tanah.
2. Lari Jarak Pendek
perlombaan lari jarak pendek sering disebut sebagai lari sprint atau lari cepat. Seorang pelari jarak pendek biasanya dipanggil dengan sebutan sprinter. Nomor lari jarak pendek yang diperlombakan pada event internasional, jika diadakan di lapangan terbuka (outdoor), meliputi nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m. Lari jarak pendek yang dilombakan di
lapangan tertutup (indoor) meliputi, lari 50 m, 60 m, 200 m, 400 m. Lari cepat ialah lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari cepat dapat dilakukan baik oleh pelari putra maupun putri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek/sprint adalah start atau pertolakan. Keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari jarak pendek (sprinter). Oleh sebab itu, cara
melakukan start yang baik harus benar- benar diperhatikan dan dipelajari serta dilatih secermat mungkin.
3. Lompat Jauh
Lompat jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik, lompat adalahistilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik yaitu melakukan tolakan dengan 1 kaki. Baik untuk nomor lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, maupun lompat tinggi galah
4. Tolak peluru
Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Berat peluru yang digunakan dalam perlombaan 7,25 kg untuk putra, dan 4 kg untuk putri.
Bab 4
Beladiri
Pengertian dan asal-usul Pencak Silat
Pencak silat adalah suatu cara beladiri yang menggunakan akal sepenuhnya. Akal yang dimiliki manusia lebih sempurna bila dibandingkan dengan makhlukmakhluk yang lainnya. Oleh karena itu, tidak mustahil jika manusia dapat menguasai segala macam ilmu di dunia ini. Di Indonesia istilah pencak silat baru mulai digunakan setelah berdirinya top organisasi pencak silat (IPSI). Sebelumnya di daerah Sumatera lebih dikenal dengan istilah Silat, sedangkan di tanah Jawa kebanyakan dikenal dengan istilah Pencak Silat. Pada periode kepemimpinan Eddie M. Nalapraya, Indonesia memiliki
hasrat untuk mengembangkan pencak silat ke mancanegara dengan mengambil prakarsa pembentukan dan pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT) pada tanggal 11 Maret 1980 bersama Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Keempat negara tersebut akhirnya dinyatakan sebagai negara-negara pendiri organisasi pencak silat internasional. Upaya pengembangan pencak silat yang dipelopori Indonesia dan anggota PERSILAT lainnya sampai saat ini berhasil menambah anggota PERSILAT. Penambahan anggota ini memberikan dampak pada usaha IPSI dan anggota
PERSILAT lainnya untuk memasukkan pencak silat ke multi event di tingkat Asia, yaitu Asian Games, dengan membentuk organisasi Pencak Silat Asia Pasific pada bulan Oktober 1999.
Organisasi pencak silat di Indonesia yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pusat Kebudayaan.
BAB 5
Kebugaran Jasmani
Senam lantai
Senam lantai adalah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan istilah lantai, maka gerakan-gerakan/bentuk pembelajarannya dilakukan di lantai. Jadi lantai/ matraslah yang merupakan alat yang dipergunakan. Senam lantai disebut juga dengan istilah pembelajaran bebas. Tujuan melakukan senam lantai selain untuk meningkatkan kemampuan melakukan bentuk-bentuk gerakan senam lantai sendiri juga sebagai pembelajaran pembentukan kemampuan untuk melakukan gerakan senam dengan alat.
Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
a. Manfaat Fisik
Senam adalah kegiatan utama yang paling bermanfaat untuk mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak. Melalui berbagai kegiatannya, peserta didik akan berkembang daya tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangannya.
b. Manfaat Mental dan Sosial
Ketika mengikuti senam, peserta didik dituntut untuk berpikir sendiri tentang pengembangan keterampilannya. Untuk itu, peserta didik harus mampu menggunakan kemampuan berpikirnya secara kreatif melalui pemecahan masalah-masalah gerak. Dengan demikian, peserta didik akan berkembang
kemampuan mentalnya.

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates